“Sebelah Mata” Jadi Potret Kepedulian UKM APS pada Isu Kesehatan Mental

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PENGUNJUNG sedang melihat Pameran Fotografi yang digelar UKM Airlangga Photography Society (APS) Univeristas Airlangga pada Sabtu (22/02/2020) berlokasi di De Javasche Bank Jalan Garuda No.1 Surabaya. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Airlangga Photography Society (APS) gelar pameran foto pada Sabtu (22/02/2020) berlokasi di De Javasche Bank Jalan Garuda No.1 Surabaya. Pameran yang digelar selama sepekan tersebut merupakan agenda tahunan dari UKM yang telah banyak melahirkan fotografer muda.

“Kami mengadakan pameran sebanyak tiga kali setiap tahun dan kali ini adalah yang terbesar. Tema yang diangkat dalam pameran ini tentang mental health (kesehatan mental) karena isu kesehatan mental ini sedang menjadi perbincangan banyak kalangan,” ujar Nasya Rahmania Ramadhani salah satu anggota APS.

Pameran dengan tajuk “Sebelah Mata” tersebut dalam sepekan telah dikunjungi kurang lebih 800 orang, menampilkan berbagai foto karya anggota APS angkatan 2019. Berbagai macam kisah tentang peliknya kondisi kesehatan mental dewasa ini disajikan dalam potret yang mengagumkan.

“Sebelah Mata kami pilih sebagai tajuk dalam pameran tahun ini karena kami ingin menyampaikan pesan kepada pengunjung agar tidak memandang sebelah mata tentang isu kesehatan mental, karena kami sadar bahwa awarness (kepedulian) masyarakat tentang isu ini masih sangat minim,” tambah mahasiswa Sastra Inggris tersebut.

Nasya sapaan akrabnya, mengatakan bahwa pameran itu merupakan wujud kepedulian teman-teman APS pada isu kesehatan mental, mereka berusaha menyajikan karya yang memiliki pesan mendalam sehingga dapat meberi kesan tentang konsep foto yang diusung.

“Salah satu karya terbaik yang ada di pameran ini adalah foto teman kami Endra Ivannanda yang bertemakan lelah, foto ini bercerita tentang bagaimana kehidupan sosial media yang sangat melelahkan. Dunia sosial media seakan menjadi ruang bebas bagi beberapa orang untuk menghujat orang lain, mengatakan hal yang tidak sepantasnya mereka katakan, tanpa merasa sungkan karena mereka tidak bertatap muka secara langsung. Melainkan hanya bersembunyi di balik layar telepon genggamnya,” tutur Nasya.

Beberapa karya foto lain menceritakan tetang tuntutan masyarakat pada seorang perempuan untuk menjadi cantik, kurus, dan sempurna, selain itu ada pula yang menceritakan tentang penyakit-penyakit psikologis seperti bipolar dan anxiety.

“Kami berharap dengan pameran kami ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental, serta sedikit mengikis stigma-stigma yang berkaitan dengan penderita gangguan kesehatan mental. Kami berharap dengan pameran ini mereka yang merasa sendiri, merasa tidak dipedulikan, dan dipandang sebelah mata akan lebih dimengerti oleh lingkungan sekitarnya,” pungkas Nadya

Penulis: Rissa Ayu F

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu