FK UNAIR Sosialisasikan Cara Pencegahan Virus Corona di AEE Hari Kedua

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
REKTOR UNAIR Prof Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., saat memberikan paparan dalam Airlangga Education Expo 2020 pada hari pertama tanggal 22 Februari 2020. (Foto: Alifian Sukma)
REKTOR UNAIR Prof Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., saat memberikan paparan dalam Airlangga Education Expo 2020 pada hari pertama tanggal 22 Februari 2020. (Foto: Alifian Sukma)

UNAIR NEWS – Airlangga Education Expo 2020 telah memasuki hari kedua Sabtu (22/2/2020). Pada hari kedua, ditampilkan presentasi dari beberapa fakultas. Salah satunya Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga. Pada kesempatan kali ini, FK UNAIR memberikan penyuluhan tentang cara pencegahan agar tidak terpapar virus corona.

Seperti yang diketahui, virus corona menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Jumlah korban jiwa yang mencapai ribuan orang dengan jumlah yang semakin bertambah setiap harinya serta obat yang belum ditemukan membuat masyarakat harus selalu waspada terhadap virus itu. Meskipun sampai saat ini, Indonesia dikabarkan belum terpapar oleh virus tersebut, tapi perlu dilaksanakan pencegahan sejak dini.

Prastuti Astawulaningrum, dr., SP.P, FAPSR selaku perwakilan dari FK UNAIR memaparkan cara yang dapat digunakan agar terhindar dari virus corona. Prastuti mengatakan cara termudah untuk mencegah terpapar virus corona adalah cuci tangan dengan baik dan benar. Cuci tangan menggunakan sabun cair dengan air mengalir setidaknya 20 detik.

“Cuci tangan menggunakan sabun cair dengan air mengalir,” ujarnya.  

Selain itu dapat menggunakan alkohol 70-80 persen. Alternatif lain ialah menggunakan hand sanitizer yang dapat ditemukan di supermarket terdekat. Apabila sedang sakit, disarankan untuk memakai masker dan apabila telah digunakan harus dibuang di tempat sampah yang tertutup.

“Jika sedang sakit usahakan menggunakan masker dan buang masker di tempat sampah tertutup,” ucapnya.

Apabila sedang batuk atau bersin, disarankan untuk menutup hidung dan mulut menggunakan tisu. Setelah tisu dipakai, lalu disarankan untuk membuangnya di tempat sampah tertutup atau jika menggunakan sapu tangan, harus sapu tangan harus dicuci secara berkala.

“Jika batuk atau bersin, bisa ditutup dengan tisu setelah itu tisu dibuang di tempat sampah tertutup dan apabila menggunakan sapu tangan, harus dicuci secara berkala,” paparnya.

Prastuti juga memaparkan bahwa untuk saat ini virus corona belum memiliki obat yang pasti. Apabila ditemukan juga harus melewati berbagai penelitian untuk menentukan obat tersebut benar–benar dapat menyembuhkan penderita virus corona atau tidak.

“Apabila ditemukan, perlu dilakukan kajian dan penelitian terlebih dahulu untuk membuktikan obat tersebut bisa digunakan untuk mengobati penderita virus corona atau tidak,” pungkasnya.

Saat ini penderita virus corona hanya bisa disembuhkan melalui pengobatan simptomatis. Pengobatan simptomatis merupakan pengobatan yang digunakan untuk meredakan gejala dari suatu penyakit seperti panas atau batuk. (*)

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu