Kunjungan Assesment ASIIN Tandai 12 Prodi UNAIR Siap Terima Akreditasi Internasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SUASANA diskusi kunjungan ASIIN di Aula Kahuripan 301 pada Selasa (18/2/20). (Dimar Herfano)
SUASANA diskusi kunjungan ASIIN di Aula Kahuripan 301 pada Selasa (18/2/20). (Dimar Herfano)

UNAIR NEWS – Bagi Universitas Airlangga (UNAIR), standar dan kualitas pendidikan tinggi menjadi hal yang selalu ingin dijunjung dan dikembangkan dari hari ke hari. Hal tersebut yang kemudian menjadi pendorong hadirnya asesor ASIIN yang membawa agenda utama verifikasi dokumen, kunjungan, serta diskusi komprehensif terkait 12 prodi yang siap untuk mendapat akreditasi dari badan akreditasi internasional yang berasal dari Jerman tersebut.

Acara yang digelar di Aula Kahuripan 301 pada Selasa (18/2/2020) tersebut dihadiri oleh sederet petinggi fakultas UNAIR, asesor ASIIN asal Jerman, serta asesor internal asal Universitas Indonesia dan Universitas Hasanuddin yang bertugas melakukan komparasi perspektif terkait kegiatan kemahasiswaan. Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak. dalam pidatonya menyampaikan poin-poin penting mengenai komitmen, rekognisi, kurikulum, serta kolaborasi yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran dan Fakultas Keperawatan UNAIR.   

“Setiap tahun kami meningkatkan rekognisi dan kolaborasi global lewat 200 partnership yang telah kita bangun dengan kampus-kampus di seluruh dunia. Selain itu, banyak prodi kami yang telah terakreditasi Abest21, ASIC, APHEA. Kami juga punya global associations dengan ASEAN, WFSA, GAPNA, HSG, IFA, dan masih banyak lagi. Setiap unit medis dan klinikal yang kami miliki selalu berusaha memberi mutu yang terbaik,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Kevin Cassar sebagai perwakilan ASIIN menyampaikan nilai penting dari kunjungan ASIIN tersebut. “Kami percaya dan telah melihat bahwa UNAIR memiliki kualitas pendidikan yang mengagumkan lewat kolaborasi dan pengembangan medisnya. Sehingga saya berharap diskusi kali ini menjadi hal yang membangun bagi semua pihak,” tuturnya.   

Dalam diskusi kemudian, banyak hal yang dibahas mengenai isu medis dan keperawatan seperti komitmen UNAIR dalam kesehatan nasional, klasifikasi kurikulum, standar pendidikan, rencana masa depan, bahkan hingga virus corona yang tengah mewabah di berbagai negara.

“Kita sekarang berada di tahap lima puluh persen dari keseluruhan proses akreditasi ASIIN. Kedatangan asesor ASIIN sendiri hari ini, utamanya untuk konfirmasi atas dokumen yang telah kita kirim dengan keadaan real-nya di fakultas. Untuk agenda ini sendiri kami telah mempersiapkan diri selama beberapa hari, dengan koordinasi dan simulasi yang dilakukan oleh baik mahasiswa maupun tendik,” tutur Prof. Dr. Sukardiman Apt., MS selaku Ketua Badan Penjamin Mutu (BPM) UNAIR.

Prof. Sukardiman sendiri berharap bahwa proses akreditasi ini nantinya mampu meraih keberhasilan sebagaimana akreditasi Batch 2 yang beberapa tahun lalu dilaksanakan. Saat itu FKG dan FKH berhasil mendapatkan akreditasi tanpa syarat atau tanpa rekomendasi apapun yang perlu dilakukan. “Harapannya, dari dua belas prodi yang kami daftarkan, delapan puluh persen di antaranya akan mendapat akreditasi tanpa syarat,” pungkasnya.

Sementara itu, 12 prodi yang didaftarkan untuk akreditasi ASIIN adalah S1 Kedokteran, S2 Kedokteran Dasar, S2 Kesehatan Tropis, S1 Kebidanan, S1 Keperawatan, S2 Keperawatan, Spesialis Anaesthesiology dan Terapi Intensif, Spesialis Microbiologi Klinis, Spesialis Bedah Saraf, Spesialis Ginekologi Obstetric, Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, serta Spesialis Pediatri. (*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu