Tapak Suci Kembali Catatkan Prestasi Juara Umum di Ajang Kompetisi Pencak Silat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
TIM UKM Tapak Suci Universitas Airlangga melakukan sesi foto bersama usai menerima tropi Juara Umum II dalam Surabaya Tapak Suci Competition 2020 se-Jawa Timur. (Foto: Dok Probadi)
TIM UKM Tapak Suci Universitas Airlangga melakukan sesi foto bersama usai menerima tropi Juara Umum II dalam Surabaya Tapak Suci Competition 2020 se-Jawa Timur. (Foto: Dok Probadi)

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Airlangga kembali mendapatkan prestasi di dunia pencak silat. Kali ini torehan prestasi itu datang dari UKM Tapak Suci Universita Airlangga.

Mengawali tahun akademik baru, UKM Tapak Suci UNAIR berhasil membawa pulang gelar Juara Umum II dalam kejuaraan Surabaya Tapak Suci Competition (STSC) 2020. Tepatnya diraih sebanyak 14 anggota UKM Tapak Suci UNAIR yang didelegasikan.

Keempat belas anggota berhasil menorehkan medali 4 Emas, 5 Perak, dan 5 Perunggu. Selain itu, dalam kejuaraan STSC 2020, UKM Tapak Suci UNAIR berhasil menyabet nominasi Pesilat Terbaik Putri. Yakni, yang diraih oleh Itsnia Rosyidah, Mahasiswa D4 Fisioterapi Fakultas Vokasi.

Sementara itu, Hendrayati Halimah Putri yang bertugas sebagai manager tim Tapak Suci UNAIR menyatakan bahwa kejuaraan STSC 2020 tingkat wilayah Jawa Timur itu diselenggarakan oleh Perguruan Tapak Suci MBA SPARTANS GENTENG SURABAYA. Di bawah naungan Pimpinan Daerah 06 Tapak Suci Kota Surabaya dan juga Pimpinan Wilayah Tapak Suci Jawa Timur.

“Kejuaraan ini sebenarnya ajang untuk jam terbang bagi mereka yang ingin mengikuti kejuaraan-kejuraan pada tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

(TENGAH) Itsnia Rosyidah, Mahasiswa D4 Fisioterapi Fakultas Vokasi, berhasil nominasi Pesilat Terbaik Putri dalam Surabaya Tapak Suci Competition 2020 se-Jawa Timur. (Foto: Dok Probadi)

Hima –sapaan akrabnya– mengakui bahwa tim sudah mempersiapkan diri sejak awal masuk kuliah. Mengingat, sebelum liburan datang, proposal sudah tersebar dan memang sudah memiliki kesepakatan jika mereka yang mau turun harus mengikuti traning center seminggu sebelum kuliah masuk.

“Saat liburan saya sudah mulai mengingatkan untuk segera kembali ke Surabaya satu minggu sebelum kuliah. Ada yang saya telepon juga ada yang hanya saya chat biasa mereka yang slow respons,” ujarnya.

”Sebab, memang untuk turun dalam sebuah pertandingan membutuhkan persiapan yang matang, agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” imbuh mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2018 tersebut.

Untuk mengikuti kejuaraan atlet, tutur Hima, harus mengikuti aturan yang dibuat. Di mana aturan pertama atlet memang sudah sering mengikuti Training center (TC). Termasuk tim tentu harus sehat jasmani maupun rohani serta dapat izin dari orang tua.

Hima menyebut atlet hanya boleh izin tidak mengikuti TC sekali dalam seminggu. Sebab, kejuaraan akan diselenggarakan pada 10-13 Februari 2020, sedangkan kuliah masuk pada tanggal 27 Januari 2020. Artinya, atlet hanya memiliki waktu untuk berlatih kurang lebih dua minggu sehingga harus maksimal.

“Setelah sekian lama tak membawa pulang piala juara umum. Alhamdulillah kali ini bisa membawa lagi piala juara umum, ya walaupun dua. Tidak masalah, ini jadi awal tahun yang baik tentunya. Semoga ke depannya lebih baik,” ungkapnya.

“Semoga bisa mendongkrak semangat teman-teman UKM Tapak Suci Universitas Airlangga untuk tetap Istiqomah dalam latihan agar bisa membawa lagi juara-juara umum yang lain,” imbuhnya. (*)

Penulis: Eko Prasetyo
Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu