Meniscus, Terobosan FK UNAIR untuk Mendukung Kemajuan Dunia Ortopedi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
GATHERING pertama Meniscus yang berlangsung di Ruang Diskusi Patologi Anatomi FK UNAIR pada Desesmber 2019. Hadir pula pembina Meniscus yakni Sulis Bayusentono, dr., M.Kes., Sp.OT(K) yang merupakan dosen Departemen Ortopedi FK UNAIR. (Foto: dok pribadi)
GATHERING pertama Meniscus yang berlangsung di Ruang Diskusi Patologi Anatomi FK UNAIR pada Desesmber 2019. Hadir pula pembina Meniscus yakni Sulis Bayusentono, dr., M.Kes., Sp.OT(K) yang merupakan dosen Departemen Ortopedi FK UNAIR. (Foto: dok pribadi)

UNAIR NEWS – Ortopedi adalah cabang ilmu bedah yang fokus pada kondisi-kondisi dalam sistem muskulosketetal. Sistem musculoskeletal merupakan sistem yang mempelajari tentang kerangka tubuh manusia, otot, dan sendi.

Sedangkan traumatologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari luka dan cedera akibat kecelakaan atau kekerasan terhadap seseorang. Dalam profesi kedokteran sendiri, terdapat spesialisasi yang berfokus pada dunia ortopedi dan traumatoligi yang biasa dikenal masyarakat sebagai dokter spesialis ortopedi.

Karena itu, Arya Satya Rajanagara S.Ked dan Yogi Prema yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) mendirikan komunitas Musculoskeletal Science Community for Medical Student (Meniscus). Komunitas tersebut dapat menjadi wadah bagi mahasiswa FK UNAIR yang ingin berkarya atau mempelajari sistem musculoskeletal lebih dalam.

Komunitas yang dibina Sulis Bayusentono, dr., M.Kes., Sp.OT(K) yang merupakan dosen Departemen Ortopedi FK UNAIR tersebut memiliki tiga bidang dan fokus yang dilaksanakan. Yakni, education, research and journal, dan community development

“Ada tiga bidang yang menjadi fokus kita (Meniscus, Red). Yaitu, education, research and journal, dan community development,” ucapnya.

Arya menyatakan, pada bidang education, kamunitas itu memiliki program menulis artikel yang digunakan untuk mengedukasi masyarakat tentang penyakit sistem musculoskeletal. Anggota komunitas juga bisa melakukan bimbingan belajar atau diskusi tentang blok sistem musculoskeletal sehingga hal tersebut dapat membantu anggota dalam menghadapi perkuliahan.

”Selain itu, komunitas ini juga menjadi wadah untuk mempersiapkan mahasiswa FK UNAIR dalam mengikuti olimpiade yang berfokus pada sistem ini (Sistem musculoskeletal, Red),” papar Arya.

“Untuk research and journal merupakan program yang membimbing anggota komunitas untuk melakukan penelitian serta menciptakan literatur ilmiah dengan harapan hal tersebut dapat mendorong kemajuan dalam dunia ortopedi,” jelasnya.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan juga memiliki tema-tema tertentu yang masih memiliki kaitan dengan sistem musculoskeletal. Harapannya, pengabdian yang dilakukan dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat, terutama dalam ilmu ortopedi.

“Saat ini kami (Meniscus, Red) sedang mempersiapkan artikel tentang sistem musculoskeletal yang siap untuk dimuat di blog atau koran. Selain itu, dalam waktu dekat, kami bersama Departemen Ortopedi FK UNAIR  akan mengadakan guess lecture yang akan membahas tentang ilmu ortopedi dengan mendatangkan profesor dari Korea. Selain itu, sedang berlangsung pembuatan artikel ilmiah, yakni referat yang dapat digunakan sebagai bahan penelitian,” jelas Arya.

Komunitas yang berdiri pada Desember 2019 tersebut dapat menarik antusiasme mahasiswa FK UNAIR. Saat ini tercatat sebanyak 45 anggota telah bergabung dalam komunitas itu. Komunitas itu merupakan komunitas pertama yang menaungi rumpun ilmu sistem musculoskeletal di FK UNAIR.

Harapan didirikannya komunitas tersebut adalah menghasilkan mahasiswa FK UNAIR untuk lebih memahami ilmu sistem muskuloskeletal yang dapat menjadi tahapan proses untuk mempersiapkan karir di masa depan. Selain itu, diharapkan komunitas tersebut dapat berlangsung terus menerus sehingga lebih menghasilkan banyak manfaat.

“Harapannya kita bisa menghasilkan mahasiswa yang memahami tentang ilmu sistem musculoskeletal. Hal itu dapat bermanfaat bagi mahasiswa FK UNAIR yang di masa depan ingin berfokus pada spesialisasi ortopedi dan seorang pengajar. Selain itu harapannya komunitas ini bisa jadi komunitas yang sustainable agar dapat memberikan manfaat lebih banyak,” pungkas Arya.  

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu