Kepemimpinan Baru, BEM FV Targetkan Internasionalisasi Program Kerja

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
RIFQI Abiyyu Ghofarinda, Ketua BEM Fakultas Vokasi UNAIR Masa Jabatan 2020. (Foto : Istimewa)
RIFQI Abiyyu Ghofarinda, Ketua BEM Fakultas Vokasi UNAIR Masa Jabatan 2020. (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Mengenakan kaos polo,Rifqi Abiyyu Ghofarinda tampak santai berbincang dengan sejumlah rekannya ketika ditemui di Ruang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) pada (14/2/2020). Mahasiswa yang kerap disapa Abiyyu itu adalah sosok Ketua BEM terpilih yang akan memimpin FV selama periode 2020.

Di bawah kepengurusannya, Abiyyu ingin mewujudkan internasionalisasi FV melalui program kerja yang kini tengah dirancangnya. “Jika kampus lain bisa, fakultas lain bisa, berarti kita juga pasti bisa mewujudkan ini,” ujarnya bertekad.

Tercatat, setidaknya ada tiga program kerja yang menjurus ke internasionalisasi yang akan diusung oleh BEM FV. Di antaranya adalah Vocational Social Project (Vospro); Women Class; dan kelas bahasa internasional. Melalui program kerja itu, mendatangkan pembicara dari luar negeri; melibatkan mahasiswa asing; serta mendukung program outbound merupakan salah satu upaya yang akan dilakukan.

 “Kelas bahasa ini tidak hanya diisi dengan bahasa Inggris, tetapi juga bahasa lain yang mendukung program student outbound mahasiswa. Artinya, BEM ini ingin mengakomodasi kebutuhan mahasiswa FV,” tandas mahasiswa kelahiran Surabaya, 24 Agustus 2000 itu.

Kendati demikian, mahasiswa penggemar basket itu menyadari bahwa langkah yang diambil tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebagai fakultas termuda dengan lebih dari 4.000 mahasiswa, FV UNAIR masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk berbenah.

Untuk mencapai semua itu, BEM berusaha membentuk mahasiswa menjadi individu yang kuat dan tangguh. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan menghadirkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan. “Kita melihat FV ini didominasi oleh mahasiswa perempuan. Langkah ini diambil biar bisa selaras dengan BEM UNAIR juga sebenarnya,” kata Abiyyu yang juga mantan anak band itu.

Dibentuknya kementerian baru tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan sehingga kaum wanita lebih terlihat dan memiliki power. Entah itu nantinya mengadakan pengabdian dengan mengangkat masalah-masalah wanita; membahas isu-isu gender; mengadakan kegiatan yang kreatif dan inovatif; hingga mengadakan kegiatan kepemimpinan.

Abiyyu menegaskan, di kepengurusan yang baru ini, dirinya ingin memaksimalkan fungsi BEM sebagai badan eksekutif mahasiswa. Artinya, BEM diharapkan bisa menjembatani seluruh organisasi mahasiswa yang ada di Fakultas Vokasi.

Cita-cita tersebut tentunya tidak lepas dari sosok Abiyyu yang menganggap organisasi mahasiswa sebagai wadah pengembangan diri yang sangat krusial. Mahasiswa yang sejak SMP telah terjun di berbagai organisasi itu menilai pengalaman organisasi sebagai sebuah kebutuhan individu. Dia mengungkapkan bahwa pendidikan akademis saja tidak akan cukup menjadi modal ketika berbaur di masyarakat nantinya.

Meskipun begitu, Abiyyu cukup selektif dalam berorganisasi dan tidak terlalu suka menyibukkan diri. Dia tahu betul sejauh mana kemampuan dirinya dan tidak pernah muluk-muluk dalam berorganisasi. “Satu hal yang selalu saya tanamkan pada diri saya adalah, Jangan pernah memaksakan diri di tempat yang tidak seharusnya, tapi juga jangan pernah membiarkan diri di tempat yang nyaman,” tutupnya. (*)

Penulis : Erika Eight Novanty

Editor   : Feri Fenoria R.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu