Ide Clothing Line Disabilitas Antarkan Mahasiswa UNAIR Raih Best Project Istanbul Youth Summit 2020 di Turki

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
MAHASISWA Universitas Airlangga memenangkan Predikat Best Project dengan mengusung pemberdayaan disabilitas di Istanbul Youth Summit 2020 di Turki pada Senin (27/01/2020). (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Kartika Ayu Masyita, Lana Faiqoh Zahiroh, Rana Nadiya Adwinda, dan Ridho Awalludin Bimantara merupakan mahasiswa Universitas Airlangga yang menjadi pemenang Best Project dalam Istanbul Youth Summit 2020. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Youth Break the Boundaries Foundation dengan mengusung tema “Preparing Youth Leader 2045: Breakthrough in Regeneration for Startegic Position in Goverment and Non-Goverment Organization”.

“Program ini berlangsung selama empat hari, serangkaian acaranya ada pertukaran budaya, simposium internasional, seminar internasional, social project, dan kunjungan universitas. Kami tinggal di sana selama delapan hari untuk persiapan dan mengikuti serangkaian acaranya,” ujar Lana Faiqoh Zahiroh salah satu anggota kelompok.

Lana mengatakan proyek yang mereka usung merupakan usaha untuk memberdayakan disabilitas, melihat dari banyaknya orang dengan disabilitas yang belum berdaya. “Kami membuat kaos dengan tema disabilitas dan perpaduan budaya, kami menganggakat tema ini karena merasa para penyandang disabilitas ini memerlukan ruang untuk berkarya. Sehingga nantinya dalam proyek kami ini baik dalam proses produksinya akan menggandeng para disabilitas untuk turut membuat kaos, selain itu 50% dari hasilnya pun akan kami sumbangkan kepada yayasan disabilitas,” tambah Lana sapaan akrabnya.

Pengalaman yang sangat berharga bagi mereka dapat menyuarakan idenya di tengah mahasiswa dari seluruh dunia. Lana mengatakan ia dan rekan-rekan tidak menyangka mendapatkan predikat sebagai best project, karena milhat ide-ide yang begitu cemerlang lahir dari mahasiswa lain.

“Kami awalnya tidak menyangka bahwa hal sederhana yang menjadi keresahan kami mengenai disabilitas ini dapat menjadi best project, tentunya selain itu kami juga merasa sangat bangga dan senang,” tambahnya.

Ia mengatakan salah satu motivasi untuk mengikuti berbagai program ke luar negeri karena merasa pengetahuan yang lebih luas dapat ia raih ketika mengunjungi negara lain. Lana juga berpendapat bahwa berkunjung ke Istanbul membuatnya menyadari bahwa keberagaman itu juga hadir dalam Agama Islam melalui penggunaan mahdzab yang berbeda.

“Hal yang membuatku sedikit kaget adalah perempuan di sana shalat tidak dengan mukena karena mereka menganut mahdzab hanafi, jadi perempuan shalatnya tidak pakai mukena asal tertutup dan pakai jilbab sudah boleh shalat. Cukup membuatku tersadar bahwa Islam itu beraneka ragam, jadi kita nggak boleh langsung ngejudge orang ibadahnya salah tanpa tahu latar belakangnya,” ujar mahasiswa Sosiologi tersebut.

Lana berharap semoga kedepan lebih banyak lagi mahasiswa UNAIR yang dapat belajar ke luar negeri ia pun memimpikan dapat melanjutkan studi S2 di Negara Turki. Ia telah beberapa kali melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mengikuti berbagai acara dan setiap perjalanannya menimbulkan kesan yang tidak dapat di lupakan.

Penulis: Rissa Ayu F

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu