Cerita Mahasiswa Fakultas Hukum Jadi Delegasi Magang di KBRI Kopenhagen

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
NABILA saat berada di KBRI Kopenhagen. (Foto: Dok. Pribadi)
NABILA saat berada di KBRI Kopenhagen. (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Adalah Nabila Maraya Farenia, Mahasiswa S1 Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 2017. Nabila menjadi satu-satunya delegasi UNAIR dalam program magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kopenhagen, Denmark.

Program tersebut berlangsung pada 23 Desember 2019 hingga 9 Februari 2020. Diikuti oleh perwakilan kampus lain seperti UI dan UGM. Selama magang, Nabila mengaku dilibatkan dalam semua fungsi yang dijalankan oleh KBRI Kopenhagen dan dikenalkan ruang lingkup kerja perwakilan Indonesia di sana.

“Awalnya, saya mendapat tawaran dan mencoba apply dan ternyata diterima. Kebetulan juga semester 5 saya mengambil SKS KKN. Jadi, akhirnya saya konversi magang tersebut ke KKN luar negeri,” ujarnya pada Minggu (16/2/2019).

Selama di sana, Nabila terlibat dalam fungsi penerangan dan sosial budaya (pensosbud). Nabila diminta untuk memantau berita-berita di Denmark. Selain itu, ia menghitung survei terkait citra Indonesia di Denmark. Dalam ranah politik, Nabila membantu membuat laporan mingguan untuk KBRI Kopenhagen, sedangkan di ekonomi dirinya membantu untuk research data terkait perdagangan dan investasi negara Lithuania, administrasi keuangan, dan kerumahtanggaan.

Dalam hal protokol dan konsuler, Nabila membantu untuk membuat visa WNA Denmark dan paspor untuk WNI yang tinggal di Denmark. Hal tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga buat Nabila. Bagaimana tidak, ia menjadi satu-satunya delegasi UNAIR dan membawa nama alamamater di negeri yang pernah dinobatkan sebagai Negara Terbahagia itu.

“Sebenarnya masih banyak lagi pengalaman yang saya peroleh di sana. Intinya hampir setiap kegiatan yang ada di KBRI sudah saya lakukan. Saya juga sempat diajak ke acara resepsi diplomatik. Dan, di sana saya mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan dubes maupun pejabat tinggi dari negara lain,” ungkapnya.

“Selain bisa belajar banyak dari staf KBRI Kopenhagen, mereka juga selalu memberi nasihat dengan bijak. Mereka selalu terbuka untuk diajak sharing atau diskusi. Saya juga diajari untuk lebih mandiri dan dituntut untuk mampu melakukan segala hal dengan baik,” tambahnya.

NABILA bersama staf KBRI Kopenhagen. (Foto: Dok. Pribadi)

Menurutnya Nabila, sempat berpikir bahwa staf di KBRI bakal kaku dan formal. Namun, ternyata sangat menyambut baik kedatangan mahasiswa magang. Selain untuk keperluan akademis, magang diperlukan untuk menambah pengalaman kerja supaya nanti tidak shock dan sudah tau apa yang harus dilakukan.

“Selagi masih ada kesempatan dan waktu, maka gunakan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya. Karena, ketika sudah lulus belum tentu bisa mendapat pengalaman yang hanya bisa diperoleh saat menjadi mahasiswa. Selain itu, wajib hukumnya menambah relasi dan networking seluas mungkin,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Wildan Suyuti

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu