Kepatuhan Mengonsumsi Obat pada Pasien Diabetes dapat Menurunkan Penyakit Periodontal

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI orang minum obat. (Foto: Istimewa)
ILUSTRASI orang minum obat. (Foto: Istimewa)

Penyakit periodontal merupakan salah satu penyakit di rongga mulut yang memiliki angka kejadian yang cukup tinggi di Indonesia. Berdasar hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018, terdapat 74.1 persen angka kejadian periodontitis di Indonesia.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit periodontal adalah adanya riwayat penyakit sistemik seperti Diabetes Mellitus. Diabetes melitus diasosiasikan dengan respons inflamasi berlebih gingiva terhadap plak. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pasien dengan diabetes tidak terkontrol mempunyai tingkat gingivitis dan periodontitis lebih parah dibandingkan pasien tanpa diabetes.

Penderita diabetes tentu mengonsumsi obat untuk menurunkan kadar gula darah sesuai dengan indikasi pengobatannya. Ketika seorang pasien diabetes mengonsumsi obat dalam beberapa waktu, maka kadar gula darah dapat dijaga agar tidak melebihi batas normal sesuai dengan keadaan masing-masing. Dengan begitu, kadar gula darah pasien dapat terkontrol.

Namun, bagaimana dengan kejadian penyakit periodontal pada penderita diabetes mellitus yang terkontrol? Dr. Retno Palupi, drg., M.Kes, melakukan penelitian mengenai hal tersebut. Penelitian tersebut dilakukan di Puskesmas Tambakrejo, Surabaya, dengan 60 penderita diabetes sebagai sample penelitian. Di Puskesmas Tambakrejo, tercatat sebesar 69 persen dari pasien di Puskesmas tersebut mengalami penyakit periodontal dan 18 persen di antaranya juga mengidap penyakit diabetes.

Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa pasien diabetes yang patuh dalam mengonsumsi obat diabetes atau pasien diabetes terkontrol memiliki keadaan jaringan peridontal yang lebih baik dibandingkan dengan penderita diabetes yang tidak teratur dalam mengkonsumsi obatnya. Hal ini sesuai dengan penelitian Delimunthe tahun 2006, yang menjelaskan bahwa apabila individu teratur meminum obat diabetes maka gula darah pasien dapat terkontrol.

Jika pasien tidak teratur minum obat diabetes maka gula darah akan tidak terkontrol. Pada pasien dengan diabetes yang tidak terkontrol mengalami hiperglikemia kronis dan terjadi pula perubahan metabolism kolagen, di mana terjadi peningkatan aktivitas collagenese dan penurunan collagene synthesis.

Kolagen yang terdapat di dalam jaringan cenderung lebih mudah mengalami kerusakan akibat infeksi periodontal. Banyaknya komplikasi yang mengiringi penyakit DM telah memberikan kontribusi terjadinya perubahan fisik, psikologis maupun sosial. (Andersom, 2001) Kadar glukosa darah yang terkontrol dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit periodontal. Karena itu, untuk para penderita diabetes mellitus, sangatlah penting untuk rutih dan patuh dalam mengkonsumsi obat. Agar mengurangi resiko terdampak penyakit sistemik lainnya. (*)

Penulis : Dr. Retno Palupi, drg., M.Kes

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di https://www.ijphrd.com/

Retno Palupi, Titiek Berniyanti, Ridho Akbar, Taufan Bramantoro, Ninuk Hariyani, Aulia Ramadhani, Sarah Fitria Romadhoni. Functional Factors on Compliance Drugs Consumption in Diabetes Melitus Patients Related to Periodontal Health. Indian J Pub Health Res Dev. 2019;10(8):584-588

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu