RS Pusat Otak Nasional-UNAIR Sepakati Kolaborasi Pengembangan Bidang Kesehatan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
DARI kiri, Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih SE., MT., Ak., dan Direktur Utama RS PON dr. Mursyid Bustami, Sp. S (K). KIC, MARS., saat menendatangani MoU di Ruang Sidang Pleno, Kantor Manajemen UNAIR, pada Senin (10/2/20). (Foto: M Alif Fauzan)
DARI kiri, Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih SE., MT., Ak., dan Direktur Utama RS PON dr. Mursyid Bustami, Sp. S (K). KIC, MARS., saat menendatangani MoU di Ruang Sidang Pleno, Kantor Manajemen UNAIR, pada Senin (10/2/20). (Foto: M Alif Fauzan)

UNAIR NEWS – Dalam Revolusi Industri 4.0, perkembangan dunia kedokteran dan medis menjadi salah satu hal yang penting dalam peningkatan kesehatan dan kesejahteraan global. Poin tersebut menjadi tugas yang selalu diemban oleh Universitas Airlangga (UNAIR) dalam peningkatan mutu penelitian dan pendidikan tenaga kesehatan. Karena itu, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON)  yang diwakili Prof. Dr. dr. Mahar Marjono Jakarta hadir untuk menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan jajaran Dekan fakultas UNAIR dan petinggi RSUD Dr. Soetomo pada Senin (10/2/20) di Ruang Sidang Pleno, Kantor Manajemen UNAIR.

Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih SE., MT., Ak pada awal acara mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan RS PON terhadap UNAIR. “Tahun 2019 menjadi tahun keemasan bagi UNAIR. Kami berhasil menelurkan dua ribu jurnal internasional terindeks Scopus. Tapi, kami tidak mau berhenti, melalui kerja sama dalam bidang kesehatan otak dan saraf ini diharapkan akan menambah pengalaman serta kualitas pendidikan dan penelitian kita,” ungkap Prof. Nasih

Prof. Nasih mengungkapkan bahwa UNAIR memiliki banyak sumber daya yang dapat diasah dalam pengembangan pendidikan, pelayanan, dan penelitian. Sehingga kerja sama tersebut nantinya tidak hanya memberikan dampak positif bagi UNAIR, akan tetapi juga pada pengembangan mutu RS PON.

Pada kesempatan selanjutnya, dr. Mursyid Bustami, Sp. S (K). KIC, MARS., selaku direktur utama RS PON  mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut nantinya menjadi langkah progresif bagi RS PON yang hingga kini juga masih berusaha mengembangkan kualitas pelayanan, pendidikan, dan penelitian mereka. “Saat pertama terbentuk, kami hanya diberi waktu satu tahun untuk tumbuh menjadi pusat rujukan penyakit otak dan saraf. Hingga kini kami punya puluhan dokter spesialis dan bangunan khusus penelitian. Bahkan, mulai dua tahun belakangan kami tidak lagi memakai anggaran APBN untuk operasional rumah sakit,” kata dr. Mursyid.

RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Marjono sendiri pernah mendapatkan Platinum Award karena ketepatan dan kualitasnya dalam penanganan penyakit stroke. Di samping itu, RS PON memiliki banyak teknologi dan kasus kesehatan yang dapat menjadi tindak lanjut penelitian dan penanganannya. “Selain menjadi mitra peningkatan keilmuan dan teknologi pada dokter spesialis maupun konsultan, kami melihat UNAIR memiliki sumber daya dan Fakultas Kedokteran yang telah mapan. Sehingga kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas media di Indonesia,” tandasnya. (*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu