Khadijah Sang Perempuan Ahli Surga Suri Tauladan Muslimah Masa Kini

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Drs. Ec. Suherman Rosyidi, M.Com saat mengisi acara ngobrol bareng PUSPAS pada Kamis (6/2/2020) di Aula Kahuripan 301 Kantor Manajemen UNAIR Kampus C. (Foto: Febrian Tito)

UNAIR NEWS – Sosok Khadijah binti Khuwailid yang merupakan istri pertama yang paling dicintai oleh Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang dapat dijadikan suri tauladan bagi kehidupan wanita muslimah di dunia. Melihat keistimewaan yang dimiliki oleh Khadijah inilah, Pusat Pengelolaan Dana Sosial (PUSPAS) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar ngobrol bareng bertajuk Menerapkan Teladan Khadijah R.A di Era Milenial.

Ngobrol bareng PUSPAS ini diselenggarakan pada hari Kamis (6/2/2020) bertempat di Aula Kahuripan 301 Kantor Manajemen UNAIR Kampus C yang menghadirkan Drs. Ec. Suherman Rosyidi, M.Com yang merupakan pakar sekaligus Dosen Ekonomi Islam UNAIR. Dalam acara tersebut Suherman mengatakan Khadijah adalah istri tunggal dan paling dicintai oleh Nabi Muhammad SAW hingga Khadijah wafat.

“Khadijah tidak sebanding dengan perempuan manapun, sehingga ketika Nabi menikah dengan Khadijah hanya satu saja, sampai ia wafat barulah Nabi menikah dengan istrinya yang lain,” jelas Suherman.

Suherman menjelaskan bahwa Khadijah adalah seorang wanita yang berwajah banyak. Khadijah adalah wanita yang kaya raya, sangat dermawan, mempunyai kemauan berkorban yang sangat tinggi sebagai seorang istri, serta wanita pemberani mengalahkan seorang laki-laki. Menurutnya, wajah banyak yang dimiliki Khadijah inilah yang dapat diteladani untuk kehidupan muslimah masa kini.

Hubungan Khadijah dengan Nabi Muhammad SAW berawal hanya sebatas antara majikan dengan buruh, yang mana Khadijah mengamanahkan bisnisnya kepada Nabi Muhammad SAW kemudian bisnis tersebut semakin berkembang hingga pada akhirnya Nabi Muhammad SAW menawarkan sebuah teknik marketing antara penyandang dana dan pengelola dana. Menurut Suherman, inilah awal mula terciptanya akad Mudharabah atau bagi hasil yang digunakan untuk akad dalam Ekonomi Islam.

“Khadijah adalah seorang janda yang mempunyai kemahiran untuk meredamkan suami serta rumah tangganya saat tertimpa masalah serta dalam hal kebaikan Khadijah tidak tertandingi hingga dunia ini selesai,” ujarnya.

Kemudian, Suherman melanjutkan bahwa hanya Khadijahlah yang beriman kepada Nabi Muhammad SAW ketika semua orang menolak. Khadijah juga menginfaqkan semua hartanya saat yang lain menahan hartanya, serta Khadijah satu-satunya wanita yang mendekat kepada Nabi Muhammad SAW ketika yang lain menjauh. Sampai Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa Khadijah adalah seorang ahli surga dan wanita pertama yang masuk surga.

“Dan yang perlu diketahui adalah Khadijah merelakan semua hartanya untuk membiayai kebutuhan para kaum Muslimin serta kebutuhan dakwah Muhammad SAW saat terjadi pemboikotan oleh kaum Quraisy, sampai benar-benar habis hartanya. Dan diakhir hayatnya Khadijah tetap berpesan kepada Muhammad SAW untuk tetap melanjutkan dakwahnya,” terangnya.

Dengan berbagai wajah yang dimiliki oleh Khadijah inilah yang membuat Khadijah menjadi wanita terhormat serta tidak ada duanya di dunia ini. Sehingga dengan meneladani sifat dari Khadijah dapat dijadikan problem solving pada masa milenial seperti sekarang bukan hanya referensi-referensi dari budaya Barat tetapi ada sosok wanita Muslimah yang dapat dijadikan suri tauladan hidup. (*)

Penulis: Febrian Tito Zakaria Muchtar

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu