Indonesia dan Biodisel

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh CNN Indonesia

Indonesia sedang mengalami krisis energi karena ketergantungannya hanya pada satu jenis sumber energi, minyak bumi. Minyak bumi pada akhirnya akan habis karena penggunaannya yang terus meningkat. Salah satu alternatif bahan bakar terbarukan yang bisa digunakan adalah biodiesel. Biodiesel adalah senyawa alkil ester yang diproduksi melalui proses alkoholisis (transesterifikasi) antara trigliserida dan metanol/etanol dengan bantuan katalis alkali dan gliserol. Biodisel juga dapat dihasilkan dari proses esterifikasi asam lemak dengan metanol/etanol dengan bantuan katalis alkali, sehingga berubah menjadi alkil ester dan air. Biodiesel dikenal sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan dan terbarukan. Biodiesel dapat diproduksi dari minyak nabati atau lemak hewani walaupun harganya lebih mahal daripada diesel konvensional dari minyak bumi.

Biodiesel juga bisa dibuat dari rumput laut. Di antara jenis rumput laut, Sargassum sp. dapat digunakan sebagai bahan baku untuk diolah menjadi bioetanol karena memiliki beberapa keunggulan, yaitu umur panen yang relatif pendek, tidak mengganggu pasokan makanan dan sistem budidayanya mudah. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menghasilkan biodiesel dari Sargassum sp. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana kinerja biodisel dari Sargassum sp. Penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan dan mengkombinasikan dengan biodisel komersial untuk mengetahui performanya.

Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan, yaitu P0 (Biodisel komersial/biosolar), P1 (100% biodisel Sargassum sp.), P2 (75% biodisel Sargasssum sp. + 25% biosolar), P3 (50% biodisel Sargassum sp.  + 50% biosolar ) dan P4 (25% biodisel Sargassum sp. + 75% biosolar). Rumput laut diekstraksi menggunakan metode soxhlasi untuk mendapatkan minyak. Sampel dibungkus dengan kertas saring untuk memastikan bahwa ada ekstraksi berkelanjutan dengan jumlah pelarut yang relatif konstan pada kondensor. Minyak yang diperoleh dari proses soxhlet diesterifikasi dan ditransesterifikasi untuk memperoleh biodiesel dari rumput laut. Parameter utama yang diamati dalam penelitian ini adalah titik nyala, titik beku dan viskositas dari biodisel. Pengujian dilakukan dengan bantuan panelis sebelum pengujian laboratorium pada sampel biodiesel terbaik. Tes panelis dilakukan dengan melibatkan 9 panelis dengan jumlah replikasi 5.

Rumput laut Sargassum sp. dapat digunakan sebagai bahan untuk memproduksi biodisel. Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi yang paling efisien adalah 75% Sargassum sp. dan 25% biosolar. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji parameter lain dari Sargassum sp.

Penulis: Muhammad Browijoyo Santanumurti, S.Pi., M.Sc.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https: //iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/236/1/012011/pdf Santanumurti, M. B., Royan, M. R., Samara, S. H., Sigit, S., & Alamsjah, M. A. (2019, February). Comparison of the efficiency (flash point, freezing point, and viscosity test) of biodiesels from Sargassum sp. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 236, No. 1, p. 012011). IOP Publishing. IOP Publishing.; https://doi.org/10.1088/1755-1315/236/1/012011

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu