Gandeng Applied Higher Education, Program Studi UNAIR Siap Bersaing di Kancah Internasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
KETUA Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UNAIR, Prof. Badri Munir Sukoco SE., MBA., Ph. D., ketika diwawancarai tim redaksi pada Senin (3/2/2020) di Ruang BPP UNAIR. (Foto : Erika Eight Novanty)
KETUA Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UNAIR, Prof. Badri Munir Sukoco SE., MBA., Ph. D., ketika diwawancarai tim redaksi pada Senin (3/2/2020) di Ruang BPP UNAIR. (Foto : Erika Eight Novanty)

UNAIR NEWS – Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan diskusi bersama Applied Higher Education pada Senin (3/2/2020) di Ruang DSI Gedung Manajemen Kampus C, UNAIR. Ketua BPP UNAIR, Prof. Badri Munir Sukoco SE., MBA., Ph. D., menuturkan bahwa langkah tersebut juga merupakan salah satu upaya UNAIR menuju 500 World Class University.

“Kita tadi melakukan diskusi cukup intens dengan teman-teman dari Singapura. Khususnya dengan salah satu lembaga rating internasional, Applied Higher Education,” ungkapnya.

Langkah itu diambil sejalan dengan kebijakan Kemendikbud. Di mana industri berusaha selalu dilibatkan secara aktif dalam setiap proses pendidikan di universitas, terutama bagi program studi ilmu terapan. “Karena program-program studi terapan inilah yang sebenarnya agak rentan ketika revolusi industri ke empat mulai muncul,” pungkas Prof. Badri.

Berdasar data dari World Economic Forum, pada tahun 2025 mendatang, sebanyak 52 persen tenaga pekerja akan digantikan oleh mesin. Khususnya untuk pekerjaan yang bersifat repetitif dan tidak membutuhkan kreativitas.

Dia menuturkan, bidang ilmu terapan akan lebih mudah diketahui ratingnya jika dibandingkan dengan perguruan tinggi lain yang menawarkan bidang ilmu serupa. Seperti Ilmu Kedokteran; Farmasi; Ilmu Hukum; maupun Akuntansi. “Dengan mengikuti Applied Higher Education ini kita akan tahu berapa rating pada program studi terapan yang ada di UNAIR”, katanya.

Dengan mengambil langkah tersebut, lanjut Prof Badri, perguruan tinggi bisa mengurangi kesenjangan apa yang diminta industri dengan apa yang sudah dimiliki universitas. “Langkah ini akan mendekatkan kita untuk mengetahui bagaimana sebenarnya kebutuhan industri selama lima atau sepuluh tahun mendatang. Sehingga kita bisa mengatasi gap skill yang ada,” terangnya.

Sebagai informasi, UNAIR juga telah berafiliasi dengan lembaga pemeringkatan internasional lainnya. Seperti QS World University Rankings dan Times Higher Education.

Pada akhir, Prof. Badri berharap langkah itu dapat meningkatkan persaingan UNAIR di ranah global. “Sehingga lulusan kita nantinya akan lebih dilirik dan diapresiasi jika dilihat dari rating program studinya,” tandasnya. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu