Analisis Antropometri dari Nasal Morphology pada Populasi Dayak

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh nurse for you

Indonesia merupakan negara dengan beragam budaya, suku, dan ras. Menurut beberapa penelitian antropologi yang telah dialkukan, dimensi fisik tubuh manusia dapat dipengaruhi oleh faktor ekologis, geografis, ras, usia dan jenis kelamin. Terdapat tiga morfotipe di Indonesia yang dapat didefinisikan oleh indeks wajah, indeks cephalic dan indeks hidung, salah satunya adalah Dayakid yang umumnya diklasifikasikan sebagai ras Mongoloid. Parameter antropometrik seperti indeks hidung adalah salah satu yang paling umum digunakan dalam mengklasifikasikan ras manusia, bersama dengan karakteristik fisik lainnya, seperti warna kulit dan tekstur rambut.

Tujuan utama dari identifikasi forensik adalah pembentukan identitas manusia, melalui penentuan jenis kelamin, ras, dan usia. Oleh karena itu, data dasar dari indeks hidung dapat  digunakan secara khusus untuk mengamati variasi morfologi hidung yang dipengaruhi oleh faktor-faktor regional dan iklim. Penelitian ini dilakukan pada populasi Sub-Dayak Kenyah di Kalimantan Utara, Indonesia, sebagai populasi asli Pulau Kalimantan. Populasi Dayak Kenyah merupakan suku Dayak terbesar di Kalimantan, yang memiliki sub-suku termasuk Kenyah Bakung, Kenyah Lepok Bam,Kenyah Lepok Jalan, dll.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, tipe dominan bentuk hidung untuk laki-laki dan perempuan Dayak Kenyah adalah mesorrhine, tipe kedua yang paling umum adalah platyrrhine. Terdapat perbedaan bentuk hidung antara penelitian ini dan penelitian sebelumnya. Farkas et al, 1986, menyimpulkan bahwa ada korelasi antara indeks hidung dengan variasi regional dan iklim pada suatu populasi.

Penelitian yang dilakukan oleh Hall, 2005, menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara dimensi hidung dan penggunaan oksigen dan disimpulkan bahwa ukuran hidung telah beradaptasi dengan seleksi alam. Seleksi alam telah memainkan peran penting dalam morfologi hidung sebagai bagian dari proses adaptasi untuk menyederhanakan asupan aliran udara dan dapat mempengaruhi bentuk dan ukurannya. Pria menggunakan lebih banyak oksigen selama aktivitas mereka yang seharusnya memiliki ujung hidung yang lebih luas dan lebih panjang daripada wanita dalam populasi yang sama.

Penulis: Maria Istiqomah Marini

Original Article: The anthropological analysis of the nasal morphology of Dayak Kenyah

population in Indonesia as a basic data for forensic identification

link terkait artikel tersebut: https://doi.org/10.1016/j.tria.2020.100064

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu