Menilik Fakta Menarik Dibalik Penelitian Prof. Mamik di Probolinggo

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si. (Foto : Binti Q. Masruroh)

UNAIR NEWS – Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si. yang akrab disapa Prof. Mamik merupakan salah satu guru besar ke-13 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR). Sebelum dikukuhkan menjadi guru besar tersebut, dia melakukan penelitian di Probolinggo guna mendapatkan gelar doktor. Penelitian yang dilakukan terkait dengan intervensi prakonsepsi (sebelum kehamilan) menggunakan micronutrient.

Dibalik kesabarannya dalam melakukan penelitian itu terdapat beberapa fakta menarik yang tidak semua orang tau. Fakta pertama terkait penelitian yang dilakukan Prof. Mamik adalah menjadi salah satu pemenang dana hibah penelitian dari Yayasan Institut Danone Indonesia. Prof. Mamik mengungkapkan bahwa ia mendapat dana terbesar diantara pemenang lainnya dikarenakan desain penelitian yang dibuat bersifat longitudinal.

Fakta kedua terkait penamaan layanan untuk merekrut calon pengantin yang akan dilibatkan dalam penelitian. Awal mulanya layanan tersebut bernama layanan pra-nikah terpadu namun kemudian nama itu diubah menjadi layanan terpadu pra-nikah yang biasa disingkat laduni. Ternyata nama laduni dipilih karena memiliki makna tersendiri yakni ilmu yang ditransfer dari Allah secara langsung kepada yang dikehendaki sehingga nama laduni tidak hanya sebagai akronim tetapi juga mengandung makna yang lain.

“Nama laduni itu dapat diartikan sebagai ilmu yang ditransfer dari Allah secara langsung kepada yang dikehendaki semacam ilham, sehingga dipilih nama itu. Karena jika kata laduni berdiri sendiri memiliki makna, kemudian kalau menjadi akronim diartikan sebagai layanan terpadu pra-nikah,” ucapnya pada Senin (23/12/19) lalu.

Fakta ketiga mengenai vitamin yang digunakan untuk intervensi dalam proses penelitian ternyata didatangkan langsung dari UNICEF (The United Nations Children’s Fund). Mendatangkan vitamin tersebut ke Indonesia tidak semudah yang dibayangkan, Prof. Mamik harus melewati berbagai tahap hingga akhirnya vitamin dapat digunakan.

“Itu (vitamin, Red) tidak semudah seperti membeli barang lain, ternyata mendatangkan barang dari luar negeri itu susah,” tambahnya.

Vitamin yang didapatkan dari lembaga internasional itu bernama Vitamin Angels. Bantuan tersebut dirasa sangat bermanfaat bagi Prof. Mamik karena dengan bantuan itu dapat memudahkan dalam pelaksanaan penelitian.

Tidak hanya mengungkapkan fakta-fakta di atas, di akhir wawancara Prof. Mamik berpesan kepada mahasiswa agar memanfaatkan waktu untuk belajar sebaik-baiknya. Selain itu, dia juga menekankan agar mahasiswa tidak hanya memilih jalan termudah dalam melakukan sesuatu agar ketika dihadapkan dengan realita yang sulit mahasiswa sudah siap dalam menghadapinya. (*)

Penulis: Dita Aulia Rahma

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu