BEM UNAIR Adakan Pengabdian Masyarakat Bersama UiTM Malaysia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mahasiswa UiTM Malaysia saat mengajar di SD Jolosutro. (Foto Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga diprakarsai oleh Kementerian Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan kegiatan Pengabdian Internasional bersama Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia. Pelaksanaan kegiatan selama lima hari, mulai dari Rabu (22/1/12) hingga Minggu (26/1/12).

Dihari pertama, kegiatan pengabdian diawali dengan pembukaan dan seminar kepemimpinan oleh Pulung Siswantara S.KM., M.Kes., selaku dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR di Ruang 301 Kahuripan. Selanjutnya, study banding dilaksanakan di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR yang merupakan fakultas selini dengan program studi para peserta pengabdian yakni Fakultas Kejuruan Elektrik.

Dalam pembukaan tersebut, turut hadir Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si. selaku Wakil Rektor 1 Universitas Airlangga. Dalam sambutannya Prof Nyoman menyampaikan bahwa Indonesia memiliki banyak pabrik yang sudah memanfaatkan mesin dalam produksinya, misal kemasan kopi. Mesin memang sudah menjadi patokan dalam kehidupan, maka dari itu semoga bisa sama-sama belajar dan UNAIR juga bisa berkunjung di UiTM.

“Nanti bisa jadi kita berpatok pada mesin-mesin, soalnya sekarang semua hanya dengan mesin. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan semoga kita dari UNAIR juga bisa berkunjung di UiTM,” ungkapnya.

Dilanjutkan dengan pengenalan budaya Indonesia saat malam Gala Dinner di Aula Pemerintah Kota Surabaya, peserta pengabdian disuguhkan dengan beberapa penampilan daerah, seperti tari Remo, pakaian adat, dan lainnya. Kemudian dihari selanjutnya, peserta diajak untuk mengunjungi dan melakukan kegiatan masyarakat di salah satu desa binaan Pengmas BEM UNAIR yakni di Jolosutro Blitar.

Beberapa kegiatan telah dilakukan, seperti rembuk desa, mengajar di Sekolah Dasar, membuat olahan keripik pisang, pembuatan hidroponik, penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) bersama warga setempat, serta mengunjungi destinasi hasil revitalisasi pantai Pengmas BEM UNAIR di Pantai Jolosutro. Turut hadir dan mendampingi dalam kegiatan di Jolosutro tersebut, Dr. M. Hadi Subhan, SH., MH., CN., selaku Direktur Kemahasiswaan Universitas Airlangga.

Dihari terakhir sebelum pulang, para peserta di ajak mengunjungi salah satu kampung budaya di Surabaya yakni di Kampung Lawas Maspati. Di tempat tersebut warga menyambut dengan mengenakan pakaian daur ulang serta menyematkan sarung dan udeng pada tamu yang datang.

Foto bersama mahasiswa Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia dengan panitia setelah mengajar di Sekolah Dasar. (Foto Istimewa)

Nabilla Rizqi selah seorang panitia menerangkan bahwa tak hanya melihat rumah budaya saja, namun di kampung budaya tersebut peserta pengabdian juga belajar bahasa Jawa Carakan, lalu belajar main terompah, serta membuat makanan khas Indonesia yakni dawet. Nabila mengaku, bahwa budaya Indonesia sungguh menarik, jadi antusias yang diberikan oleh para peserta dari UiTM Malaysia juga sangat besar.

“Saat pengabdian di Jolosutro mereka sangat senang karena merasakan gimana pengabdian di negeri orang. Lalu, mereka juga sangat antusias, apalagi saat belajar bahasa jawa dan pembuatan dawet,” ungkapnya. (*)

Penulis : Ulfah Mu’amarotul Hikmah

Editor : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu