Suffian Efendi Ceritakan Pengalamannya Ikuti Program Student Exchange Ke University Sains Islam Malaysia (USIM)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
FOTO bersama peserta student exchange Program Studi Ekonomi Islam (EKIS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di depan Gedung University Sains Islam Malaysia (USIM) pada Senin (24/06/2019). (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga mengirimkan mahasiswa terbaiknya untuk mengikuti program Student Exchange dengan beberapa Universitas di Asia Tenggara. Program Studi Ekonomi Islam mengirim 10 delegasi ke University Sains Islam Malaysia (USIM).

“Program pertukaran ini dilaksanakan selama enam bulan (satu semester), sebelum berangkat kami menempuh beberapa seleksi dengan mengirimkan sertifikat prestasi ke departemen terlebih dahulu. Alhamdulillah program ini didukung dana 15 juta per orang sekitar 75% dari total biaya yang dibutuhkan,” ujar Muhammad Suffian Efendi salah satu peserta program student exchange di University Sains Islam Malaysia (USIM).

Suffian mengatakan berbagai pengalaman menariknya ketika menempuh pendidikan di salah satu Universitas di Malaysia tersebut. Salah satunya adalah penggunaan bahasa inggris secara penuh dalam proses belajar mengajar.

“Awalnya beberapa dari kami merasa belum terbiasa dengan pemberlakuan full english namun alhamdulillah kami cepat beradaptasi. Selain itu sistem pembelajaran yang terdiri dari dua sesi yakni pembahasan topik dan kelas tutorial merupakan hal baru bagi kami,” tambah Suffian.

Perbedaan kultur menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa peserta student exchange untuk menjalin pertemanan dengan mahasiswa lokal. Salah satu hal menarik yang mereka temukan di Malaysia terdapat Suku Jawa Malaysia yang dalam kesehariannya menggunakan Bahasa Jawa kasar khas Jawa Timur-an dan Suku Bugis.

“Beberapa hal yang berbeda dari Indonesia cukup terlihat beberapa tayangan TV di sini menyediakan terjemahan bahasa inggris dengan itu memang membuat masyarakat lebih pandai dalam berbahasa inggris, selain itu di Negeri Sembilan tempat kami laki-laki dan perempuan yang bukan mahram hampir tidak ada yang berboncengan untuk menghindari timbulnya fitnah,” tambahnya.

Suffian mengatakan perawatan transportasi dan fasilitas umum pun sangat baik di Malaysia sehingga sangat jarang terjadi kemacetan. Ia menyebut toleransi antar umat beragamanya pun sangat kuat terasa ketika ia ingin membeli makanan sang pedagang memberi tahu bahwa makanan tersebut tidak halal.

“Kesan selama di sana ada senang karena banyak bertemu orang baru, sedihnya karena jauh dari keluarga dan teman-teman di Indonesia. Kami berharap semakin banyak yang bisa merasakan belajar di Universitas luar negeri sehingga kita sebagai generasi emas pemimpin bangsa dapat mengambil banyak ilmu, pengetahuan, dan pengalaman berharga belajar kebudayaan baru,” tutur mahasiswa Ekonomi Islam tersebut.

Suffian berpendapat bahwa pembangunan lebih cepat berlangsung di Negara Malaysia, cukup jauh jika dibandingkan dengan Indonesia baik dari berbagai aspek pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan. Ia berharap agar teman-teman yang ingin mengikuti program student exchange tidak merasa takut untuk mencoba karena setiap usaha akan membuahkan hasil. Perlu diketahui, kegiatan student exchange itu dilaksanakan pada Senin (24/06/2019). (*)

Penulis: Rissa Ayu F

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu