Mahasiswa Berikan Pendidikan Moral untuk Pelajar di Wilayah 3T

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
TIM pengajar bersama siswa-siswi SDN IV Ngadirejo, Pantai Brumbun, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggung Gunung, Tulungagung. (Foto: Istimewa)
TIM pengajar bersama siswa-siswi SDN IV Ngadirejo, Pantai Brumbun, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggung Gunung, Tulungagung. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga masyarakat. Hal itu terjadi karena wilayah 3T memiliki aksesibilitas yang rendah dibanding kawasan-kawasan lain. Karena itu, SCOLAH-Unair Mengajar (UM) pada tahun ini kembali menginisiasi program Pelangi yang merupakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam aspek pendidikan di wilayah 3T.

Tahun ini UM memberangkatkan enam orang pengajar yang terdiri atas Ganish Eka (FKM), Rarasanti Rania (Vokasi), Ruhu A’yunil (FKM), Maulani Nur (Vokasi), M. Nasrul (Vokasi), serta M Raihan (FEB). Pelangi sendiri kembali hadir untuk mengabdi di SDN IV Ngadirejo, Pantai Brumbun, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggung Gunung, Tulungagung pada tanggal (4/1/20) hingga (24/1/20). 

Tidak hanya membawa materi pembelajaran biasa, tahun ini Pelangi menyasar pendidikan moral dan budi pekerti bagi pelajar 3T. Mengambil tema utama ”Moralitas Bekal Masa Depan”, tim pelangi secara sistematis telah mempersiapkan agenda pembelajaran berupa silabus selama berbulan-bulan. Setiap harinya pengajar Pelangi mendapat jatah waktu dua jam untuk memberikan materi pelajaran baik berkaitan dengan ilmu maupun moral yang mampu menghadirkan perspektif dan pemahaman baru bagi siswa.

“Tidak hanya di luar kelas, kami juga berusaha membangun kedekatan dengan adik-adik di luar kelas. Sambil bermain di pantai kita bisa bercerita, saling belajar bahasa, dan memotivasi siswa-siswi di sana,” kata Maulani Nur, salah seorang pengajar.

Sementara itu, Maulani selaku pengajar mengaku menikmati kegiatannya di Brumbun meski harus mengorbankan liburan semester. “Sempet ada rencana magang. Tapi setelah diamanahi tugas ini, aku pikir tanggung jawab untuk berbagi dengan adik-adik di 3T jauh lebih besar. Pun sebenarnya pesisir Brumbun dan adik-adik punya daya tarik sendiri yang bisa disamakan dengan liburan,” ujarnya.

Sebelum Pelangi hadir di pesisir Brumbun, pelajar Brumbun memiliki berbagai keterbatasan seperti kurangnya tenaga pendidik, sarana-prasarana pendidikan, hingga motivasi belajar siswa yang rendah. “Maka dari itu, ketika pertama kali kita datang, pun sampai tahun ketiga di Brumbun, baik warga, guru, maupun adik-adik selalu memberi sambutan baik,” ungkap Arka selaku selaku penanggung jawab kegiatan.

Pelangi sendiri telah dilaksanakan selama tujuh tahun berturut-turut. Program ini telah menapakkan jejaknya di dua wilayah 3T, yakni di daerah Blitar selama empat tahun dan di daerah Pantai Brumbun, Tulungagung tiga tahun belakangan. Diharapkan melalui pengabdian yang telah dilaksanakan dari tahun ke tahun tersebut, pelajar di pesisir pantai Brumbun mampu memperoleh pendidikan yang utuh tidak hanya pada aspek ilmu tapi juga moral. Sehingga program ini mampu menginspirasi masyarakat, mahasiswa, maupun instansi lain untuk turut berbagi dan mengabdi di wilayah 3T.(*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu