KKN UNAIR di Bandung Hasilkan Produk Olahan Bank Sampah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mahasiswa UNAIR yang tergabung dalam tim KKN-BBM ke-61 di Kelurahan Sulaiman, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, mengadakan pengolahan bank sampah. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang kompleks. Jika dibiarkan dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Salah satunya pencemaran air sungai.

Dari banyaknya sampah yang mencemari Sungai Citarum, sekelompok mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam tim Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN BBM) ke-61 di Kelurahan Sulaiman, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, mengadakan pengolahan bank sampah.

Pengolahan bank sampah tersebut diadakan di dua waktu yang berbeda, yakni Jumat (10/1) dan Kamis (18/1). Kegiatan tersebut meliputi pembuatan produk dan pengolahan serta pemilihan sampah.

Kegiatan tersebut diadakan bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan kader Kelurahan Sulaiman. Dalam pembuatan produk dilakukan oleh tim KKN bersama dengan kader kelurahan.

“Program ini terlaksana atas bantuan dari pihak kader Kelurahan Sulaiman yang membantu dalam pembuatan produk,” jelas Mutiara Citra Dewi salah satu anggota tim.

Menurut Mutiara, saat ini kegiatan tersebut terfokus kepada sampah non organik. Hal tersebut karena di Sungai Citarum sampah yang menimbun dominan sampah non organik.

“Dari kegiatan tersebut, kami berhasil menciptakan produk yang bernilai ekonomis tinggi seperti kursi dari botol plastik, tas, kursi, vas bunga, tempat tisu, rak, dan masih banyak lagi,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk membantu mem-branding produk, dibuatlah video pengenalan tentang berbagai produk yang dihasilkan, yang sebelumnya hanya kelompok bank sampah skala kecil.

“Sebelumnya hanya kelompok skala kecil tetapi tidak jalan. Di sini kami membantu branding produk dengan beberapa variasi itu dan membuat video pengenalan tentang berbagai produk yang dihasilkan,” jelasnya.

Kegiatan tersebut sangat berguna, sambungnya, karena permasalahan utama dari tercemarnya Sungai Citarum adalah sampah yang menimbun. Maka dari itu penting adanya keterampilan warga dalam mengolah sampah tersebut.

Tidak hanya itu, dalam bidang kesehatan tim KKN mengadakan program posyandu, cuci tangan dan sikat gigi dan bidang pendidikan mengadakan program mengajar. Sedangkan bidang ekonomi mengadakan program branding produk olahan sampah, serta bidang sosial budaya mengadakan program mewarnai batik PAUD, lomba PKK, dan kegiatan warga. (*)

Penulis : Asthesia Dhea Cantika

Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

Binti Q. Masruroh

Binti Q. Masruroh

Alumnus Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga

Leave Reply

Close Menu