KKN BBM UNAIR Perkenalkan Pengawetan Pakan Hijauan Ternak

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mahasiswa KKN BBM 61 UNAIR membuat hijauan pakan ternak untuk disosialisasikan dan didemonstrasikan pada peternak di Desa Pamotan. (Foto: Fida Aifiya)

UNAIR NEWS – Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN BBM) 61 Universitas Airlangga memperkenalkan teknologi pengawetan pakan hijauan untuk ternak sapi kepada warga Desa Pamotan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan. Tim KKN BBM 61 UNAIR mengadakan sosialisasi dan demonstrasi pengawetan pakan hijauan dengan teknik silase dan amoniasi jerami. Sosialisasi ini merupakan salah satu program kerja KKN yang berlangsung pada 28 Desember 2019 hingga 23 Januari 2020.

Sosialisasi dan demonstrasi dihadiri oleh para peternak sapi dari lima dusun di Desa Pamotan. Pengawetan pakan hijauan ini perlu karena pakan hijauan melimpah di musim hujan, namun di musim kemarau, peternak sapi di Desa Pamotan kesulitan mencukupi pakan bernutrisi untuk ternak.

“Biasanya orang sini jual pedet (anak sapi, red) biar bisa beli pakan untuk sapi yang sudah besar,” ungkap Sunargiono, Sekretaris Desa Pamotan yang juga beternak sapi.

Ada dua teknik pengawetan pakan hijauan ternak yang didemonstrasikan, yaitu silase dan amoniasi jerami. Silase dilakukan dengan mengangin-anginkan rumput gajah segar selama sehari, kemudian memotong rumput sepanjang 5-10 cm. Rumput yang sudah dipotong-potong kemudian dicampuri dedak dan tetes tebu, lalu disimpan di tempat tertutup kedap udara selama 21 hari.

Amoniasi jerami dilakukan dengan menyiapkan larutan air dan urea. Larutan air dan urea kemudian dicampurkan pada jerami yang sudah dipotong-potong sepanjang 5-10 cm. Campuran jerami dan urea disimpan di tempat tertutup kedap udara selama 21 hari.

Pakan silase dan jerami amoniasi dapat bertahan selama berbulan-bulan. Ini memungkinkan peternak menyimpan pakan hijauan yang diperoleh selama musim hujan, kemudian memberikannya pada ternak di musim kemarau tanpa kehilangan nilai gizi.

“Lebih bagus lagi kalau kelompok ternak setempat membangun instalasi pengawetan pakan hijauan, sehingga bisa mengumpulkan pakan awetan dalam jumlah besar dan digunakan bersama nantinya saat musim kemarau,” ucap Diana Santi, mahasiswa FKH UNAIR anggota tim KKN BBM di Desa Pamotan yang mengkoordinir sosialisasi dan demonstrasi pengawetan pakan hijauan.

Instalasi pengawetan pakan hijauan tidak memerlukan biaya yang terlalu besar, apalagi jika ditanggung bersama. “Yang penting ada ruang untuk mengangin-anginkan hijauan dan menyimpan awetan pakan,” terang Diana. (*)

Penulis: Fida Aifiya

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu