Sharing Motivation, Dorong Staf Tanggap Hadapi Perubahan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Direktur SDM Universitas Gadjah Mada Dr. Drs. Ratminto, M.Pol., ADMIN., saat menyampaikan paparan motivasi. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS – Sebagai bagian dari kegiatan utama pembuka Raker-FGD Administratur dan Pengawas di lingkungan Universitas Airlangga, Sharing Motivation yang disampaikan oleh Direktur SDM Universitas Gadjah Mada Dr. Drs. Ratminto, M.Pol., ADMIN., berjalan dengan sangat baik. Bertempat di Ballroom Hotel Illira Banyuwangi (26/1), Ratminto menyampaikan paparan  dengan tema “Peningkatan Peran Supporting Staffs dalam Kinerja Perguruan Tinggi”.

Dalam paparan pembuka, akademisi FISIPOL UGM itu menjelaskan tentang perjalanan singkat dari revolusi industri. Tidak hanya itu, ia juga memaparkan sekilas tentang era disrupsi yang menuntut perubahan banyak hal dan dalam waktu yang sangat cepat. Dari hal itu, tandasnya, kemajuan teknologi di era yang serba cepat sejatinya menuntut manusia untuk tanggap akan perubahan dan percepatan yang terjadi.

“Meski initinya, semua hal ini tidak lain bertujuan untuk kepentingan dan kebahagian kita semua,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia juga menjelaskan bahwa menanggapi perubahan yang begitu cepat, diperlukan penyesuaian-penyesuaian yang cepat pula. Baik di level individu maupun organisasi. Jika hal itu tidak dilakukan, tandasnya, organisasi itu akan punah.

“Itulah yang pernah dialami oleh nokia,” tandas Ratminto.

Pada paparan selanjutnya, Ratminto juga menyinggung beberapa kebijakan pemerintah, salah satunya, perampingan birokasi. Ia mengapresiasi UNAIR yang lebih dahulu melakukan model penataan perampingan birokasi dengan baik.

“Bahkan di kampus kami masih mencari celah yang pas untuk itu, kami juga banyak belajar dari UNAIR dalam hal ini,” tuturnya.  

Pada akhir, sebelum menutup paparan motivasi, Ratminto membeberkan beberapa kompetensi yang diperlukan oleh staf di lingkungan perguruan tinggi untuk sigap dalam menghadapi perubahan-perubahan. Diantara kompetensi yang paling utama, tandasnya, yakni kemampuan memecahkan masalah. Menurutnya, kemampuan itu bisa dimulai dari level yang paling bawah.

Tidak hanya itu, ia juga menjabarkan kompetensi selanjutnya. Ialah berfikir kritis. Menurutnya, hal itu tidak mudah, mengingat terkadang aturan yang terlalu detil menjadi penghambat untuk meningkatkan daya kritis. Kemudian, kompetensi selanjutnya adalah kreativitas.

“Ini juga tidak mudah, mengingat kultur kita kerap dibikin seragam. Dan hal ini akan menanamkan bahwa hal yang beda itu tidak sopan,” tandasnya.  

Dari beberapa kompetensi yang dipaparkan, Ratminto menyimpulkan bahwa sebagai staf seharusnya memiliki kompetensi berwawasan global, kemampuan komunikasi global, pemahaman akan TIK, kreativitas dan inovasi, humanity, etika, toleransi, kesadaran akan kewajiban dan hak, serta mau selalu belajar

“Jika kita bisa memiliki ini, Insya Allah organisasi akan bisa tertata lebih baik. Itu juga dengan tekad kita menjadi kampus kelas dunia, bisa akan kita raih dengan budaya kerja yang demikian,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu