Peranan Adiponectin dan Proto-onkogen MYC pada Kanker Prostat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh hellosehat

Data GLOBOCAN pada tahun 2018 menunjukan kanker prostat (CaP) merupakan keganasan terbanyak nomor 2 pada pria, CaP juga mengakibatkan kematian tertinggi ke-5 dari semua kanker pada pria. Beberapa faktor resiko ditenggarai memiliki hubungan dengan CaP, namun penyebab utama dari penyakit ini masih belum sepenuhnya diketahui.

Berat badan berlebih, status obesitas,  dan indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi mungkin saja memiliki hubungan terhadap terjadinya CaP, namun mekanisme yang mendasari hubungan ini masih menjadi misteri. Jaringan lemak yang berlimpah pada pasien obesitas ternyata akan memproduksi zat-zat tertentu yang dinamakan dengan adipokin. Salah satu adipokin yang dicurigai memiliki keterkaitan terhadap CaP adalah adiponectin (APN).

Sejauh ini, masih terdapat fakta yang beragam pada berbagai studi yang meneliti hubungan antara APN dan CaP. Beberapa studi mengemukakan CAP memiliki hubungan dengan APN, disisi lain banyak studi yang ternyata tidak berhasil menemukan hubungan ini. Isu dualisme ini semakin tajam merujuk pada fakta bahwa studi yang menemukan adanya asosiasi antara CaP dan APN, beberapa mengemukakan adanya hubungan positif, sementara yang lainnya menemukan hubungan yang negatif. Salah satu penjelasan rasional yang mendasari perbedaan hasil ini adalah terjadinya perbedaan komposisi genetik (genetic polymorphis)pada materi genetik APN. Salah satu buktinya adalah munculnya materi genetik tertentu (allel AdipoQ  rs22241766 dan AdipoR1 rs10920531) yang memiliki hubungan positif pada CaP,  sementara itu materi genetik lainnya (AdipoR1 rs2232852) tenyata memiliki hubungan negatif pada CaP.

Studi terbaru berhasil membuktikan adanya hubungan pada gangguan APN terhadap kejadian keganasan prostat. Hal ini menunjukan perubahan APN memiliki potensi sebagai biomarker dalam deteksi dini yang bertujuan untuk mendeteksi keganasan yang mungkin saja dapat digunakan sebagai pedoman targeted therapy CaP. Disisi lain, protein MYC diketahui sebagai salah satu protein penting yang  mengatur semua aktifitas pembelahan sel hingga tingkat proteomik. Protein ini terdiri dari c-MYC (merujuk pada MYC), I-MYC, dan n-MYC. Metabolisme selular, pembelahan sel, dan kematian sel merupakan beberapa mekanisme yang diatur secara ketat oleh ekspresi dan aktiftas protein MYC. Peningkatan protein MYC ternyata ditemukan  pada 10% – 30% kanker prostat. Fakta lain menunjukkan bahwa peningkatan protein MYC lebih dari 50% akan mengakibatkan prognosis yang lebih buruk pada berbagai jenis keganasan.

Penggunaan MYC sebagai biomarker pada CaP sudah diteliti secara intensif, metode pewarnaan jaringan lazim dilakukan untuk mengidentifikasi ekspresi MYC pada CaP. Biasanya hasil pewarnaan jaringan akan dihubungkan dengan aspek klinis pasien. Berbagai antibodi MYC, tehnik pewarnaan jaringan (inti sel atau sitoplasma), dan sistem skor tertentu menunjukkan hasil yang beragam. Menariknya, salah satu studi yang dilakukan oleh Petterson dkk, pada tahun 2018 menunjukkan peningkatan ekspresi protein MYC ataupun mRNA MYC bukanlah merupakan suatu faktor pendukung terjadinya CaP setelah dilakukan tindakan operasi pengangkatan prostat. Disisi lain, terdapat berbagai studi yang berhasil menunjukan hubungan positif antara ekspresi MYC dan CaP, walaupun terdapat kelompok studi lainnya yang menjelaskan hubungan negatif bahkan tidak ada hubungan antara CaP dan MYC. Perbedaan pendapat ini mungkin saja terjadi karena MYC memiliki waktu paruh yang pendek, adanya perbedaan peranan MYC sebagai protein dan molekul mRNA, dan mungkin saja terdapat perbedaan ini terjadi karena adanya peningkatan materi genetik selain 8q/8q24.

Merujuk pada berbagai fakta mengenai APN dan MYC serta hubungan kedua protein ini pada CaP. Studi lanjutan dirasa  perlu untuk dilakukan, terutama dengan tujuan menemukan asosiasi yang nyata,  sebelum dapat diaplikasikan secara klinis. 

Penulis : Lukman Hakim        

Informasi detail dapat dilihat pada tulisan kami di :

http://www.e-urol-sci.com/text.asp?2019/30/5/197/269889

Lukman Hakim (2019). Adiponectin and proto-oncogene MYC in prostate cancer: How far are we with the evidence?. Urological Science, Vol. 30, No. 5, 2019: 197-198.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu