Mahasiswa KKN BV UNAIR Ajak Warga Wiyurejo Atasi Permasalahan Sampah Plastik dengan Ecobrik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PEMBUATAN Tempat Sampah Ecobrik mahasiswa UNAIR bersama Warga Wiyurejo. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Permasalahan sampah plastik masih menjadi hal yang marak di Indonesia, utamanya di daerah pedesaan yang masih minim pengetahuan akan tata cara pengelolaannya. Kebanyakan sampah plastik dimusnahkan dengan dibakar dan kegiatan itu dapat menyebabkan dampak berbahaya bagi udara di lingkungan.

Padahal sampah plastik dapat dimanfaatkan dengan cara daur ulang maupun penggunaan kembali. Mengatasi hal tersebut sembilan mahasiswa Universitas Airlangga yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Back to Village (KKN-BV) di Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang membawa misi meminimalisir sampah plastik.

Hal itu dilakukan karena Desa Wiyurejo menghasilkan sampah plastik sangat banyak setiap harinya. Penggunaan plastik sekali pakai dan tanpa tindakan daur ulang maupun penggunaan kembali sangat lumrah di desa tersebut.

Menurut Masrudin Firdiansyah atau Ferdi yang merupakan anggota kelompok menuturkan bahwa untuk mengatasi sampah plastik di desa wiyurejo, mereka awalnya melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan sampah plastik. Lalu juga melakukan sosialisasi untuk meminimalisir bahaya sampah plastik.

“Desa Wiyurejo memiliki banyak sekali sampah plastik dan hampir tidak ada tempat sampah yang sesuai prosedur disana. Sampah hanya dibuang dan ditumpuk sampai pada akhirnya dibakar, tidak ada pemanfaatan maupun kepedulian terhadap sampah tersebut,” jelas Ferdi pada Jum’at (24/1/2019).

Ferdi dan teman sekelompok menggunakan metode ecobrik dalam meminimalisir sampah plastik di Wiyurejo. Hal itu dikarenakan Ecobrick merupakan  metode untuk meminimalisir sampah dengan media botol plastik yang diisi penuh dengan sampah anorganik atau sampah yang tidak dapat diuraikan dalam waktu singkat. 

Tujuan dari dipilihnya ecobrick adalah untuk mengurangi sampah berbahan dasar plastik, serta mendaur ulang dengan media botol plastik untuk dijadikan sesuatu yang berguna. Selain sampah plastik yang sangat banyak, tempat sampahnya pun sangat sedikit. Untuk itu, ecobrick dijadikan sebagai tempat untuk menampung sampah plastik tersebut.

“Selain mengatasi masalah sampah plastik, kami juga mengadakan lomba mini soccer untuk anak-anak di Wiyurejo. Tujuannya supaya menjadi unjuk bakat anak-anak Wiyurejo dalam bermain bola. Hasilnya kami melihat bakat-bakat luar biasa dari anak-anak Wiyurejo,” ujarnya.

Harapan kedepan semoga desa Wiyurejo dapat menjadi desa yang bersih dan program ecobrik yang telah diajarkan dapat memberi manfaat yang berkelanjutan. Selain itu keberadaan sampah plastik dapat diambil manfaatnya untuk kerajinan tangan yang layak jual maupun berguna untuk kehidupan.

“Pemusnahan sampah plastik bukan hanya dengan dibakar, tapi juga dapat digunakan secara positif asalkan caraya benar. Namun alangkah lebih baik jika kita bersama-sama mulai meninggalkan penggunaan plastik demi hidup yang lebih baik,” pungkasnya.(*)

Penulis: Muhammad Wildan Suyuti

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu