Belajar Bersama: Mahasiswa Perikanan UNAIR Identifikasi Bakteri Ikan dan Udang di Malaysia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mahasiswa UNAIR bersama dosen pendamping UMT Malaysia usai presentasi PKL. Dari kiri : Beby, Sefanya, Zulfa, dan Mei. (Foto : Pribadi)

UNAIR NEWS – Salah satu keinginan bagi mahasiswa adalah pergi ke luar negeri dan dibiayai oleh fakultas untuk melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ataupun penelitian. Impian tersebut tercapai bagi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) untuk PKL di Malaysia.

FPK UNAIR berkesempatan mengirim empat mahasiswa Program Studi Akuakultur untuk PKL di Faculty of Fisheries and Food Science University Malaysia Terengganu (FPSM UMT). Mereka adalah Zulfa Arofatul Jannah, Mei Rifqi Mursyidah, Beby Mande Bumbungan, dan Sefanya Sara Vicensia. Keempat perempuan tersebut melaksanakan PKL sejak 24 November hingga 22 Desember 2019.

Mereka berempat mengambil topic PKL mengenai bakteri dan fungi pada ikan dan udang. Metode yang dipakai untuk mengidentifikasi bakteri dengan menggunakan uji vitek (uji biokimia, Red) serta mengamati gram strain bakteri, uji histopatologi, menguji resistensi bakteri pada antibiotik pada bakteri, uji antimikrobial dari ekstrak mangrove, uji enzim, dan uji PCR.

“Karena keterbatasan waktu, kami tidak melaksanakan langsung uji enzim dan uji PCR. Dosen kita yang di Malaysia membimbing mau menguji bakteri tersebut untuk hasil yang lebih bagus,” ujar Zulfa, mahasiswa asal Lamongan.

Mahasiswa FPK UNAIR tersebut selain melaksanakan PKL juga menyicil bahan skripsi. Nantinya mereka bersama dosen pembimbing akan mem-publish tiga jurnal terakreditasi internasional Scopus.

Selain mendapatkan ilmu di laboratorium, mereka juga mengenal budaya orang-orang di Malaysia. Mereka tidak kesusahan untuk praktikum dikarenakan para laboran di UMT membantu penelitian mereka.

“Kebetulan dosen pembimbing kami kelahiran Kanada dan kami berusaha untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Dan jika bekerja di lab, kami serius untuk hasil yang lebih bagus,” ucap Zulfa.

Keempat mahasiswa tersebut terkadang mengulangi kerjaan mereka di lab tanpa sepengetahuan dosen ketika hasilnya kurang bagus, sering mengulangi hingga menghasilkan hasil yang baik.

“Dosen pembimbing kami sangat mengapresiasi kinerja dari kami dan menyanjung etika sopan santun kami,” tambahnya.

Selain itu, dosen pembimbing mereka juga menawarkan keempat mahasiswa PKL tersebut untuk mengikuti projek dan melanjutkan S2 di Malaysia. Pesan Zulfa jika ingin PKL di luar negeri yaitu matangkan niat, rajin menabung, dan pintar mengatur waktu. (*)

Penulis : R. Dimar Herfano Akbar

Editor   : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu