KKN Mahasiswa UNAIR di Pondokrejo Kembangkan Potensi Wilayah Lewat Branding

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Masuk dalam kategori tertinggal, Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, memiliki wisata yang masih menjadi konsumsi masyarakat lokal saja. Potensinya yang luar biasa dan terdapat salah satu Kawasan afdeling Kebun Kalimayang, milik holding PTPN. Kebun Glantangan PTPN XII memiliki komoditi utama karet yang bermutu ekspor. Karet-karet bermutu tinggi tersebut dipasarkan ke beberapa negara di Eropa dan Asia.

Merespon hal tersebut, 12 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Back to Village (KKN-BV) ke-61 Universitas Airlangga Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur mengadakan kunjungan ke beberapa destinasi yang berpotensi untuk menjadi objek wisata yang dapat dijadikan sebagai Pendapatan Asli Daerah. Melalui salah satu program dibidang ekonomi, yaitu “Branding Desa” tim KKN melakukan upaya publikasi melalui teknologi sosial media dan video after movie yang sedang dalam proses pembuatan. Mereka berharap segala potensi wisata yang ada di Desa Pondokrejo dapat terpublikasi lebih luas.

M. Canino C. Caesarandi salah seorang mahasiswa tim KKN BV Pondokrejo menuturkan, bahwa pengambilan konten dilakukan beberapa kali selama masa KKN, yakni pada 2 – 20 Januari 2020. Terdapat empat wisata yang menjadi destinasi utama dalam pengambilan konten branding yang mereka lakukan. Empat wisata tersebut di antaranya, Lapangan Golf Gelantangan, Air Terjun Batu Pilar, Wisata Warung Air Gelantangan, dan Pengolahan Lateks di Pabrik Karet Gelantangan.

“Wisata disana sangat menarik, baik sejarah maupun destinasinya. Namun sayang, masih ada yang hanya menjadi wisata lokal, seperti Air Terjun Batu Pilar,” ungkap Canino.

“Air Terjun Batu Pilar sayang jika hanya menjadi destinasi lokal. Belum ada ticketing ataupun denah, jadi ya orang kesana blasak-blasak (berpetualang, red) bisa ketemu air terjun yang bagus ini,” tambahnya.

Lahan karet milik PTPN XII tersebar di tiga desa di Kawasan Tempurejo salah satunya di Desa Pondokrejo. Produk unggulannya yakni karet yang telah diekspor ke beberapa negara di Asia dan Eropa. Kunjungan industri dilakukan oleh KKN UNAIR untuk belajar mengenai pengambilan getah, pengolahan lateks, pemasaran hasil, dan lainnya.

Pabrik karet sudah berdiri sejak tahun 1919 atau pada zaman Belanda. Diresmikan pada tahun 1926 hingga sekarang, pengolahan lateks hanya berhenti pada tahap produksi karet lembaran. Namun, pabrik karet kebun Glantangan dikenal dengan penghasil karet terbaik dengan grade kategori tinggi.

Dalam hal ini, melalui program kerja “Branding Desa” oleh tim KKN BV 61 Universitas Airlangga diharapkan segala proses pengolahan karet yang ada di Pabrik Karet Kebun Glantangan terpublikasi lebih luas, karena sangat menarik untuk dijadikan wisata edukasi keluarga.  

“Branding wisata edukatif kita melalui pembuatan video yang kita upload di youtube dan beberapa sosial media lainnya. Agar masyarakat tau dan terpublikasi lebih luas, karena di sana sangat menarik untuk dijadikan wisata edukasi keluarga,” ujarnya.

Penulis : Ulfah Mu’amarotul Hikmah

Editor : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu