Kolaborasi Antar Elemen untuk Wujudkan Surabaya Bebas Banjir dan Air Berkualitas

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
FOTO Bersama Perwakilan Berbagai Elemen yang Turut Serta dalam Penataan dan Penghijauan Bantaran Sungai Brantas Wilayah Penjaringan Sari. (Foto: Muhammad Alif Fauzan)
FOTO Bersama Perwakilan Berbagai Elemen yang Turut Serta dalam Penataan dan Penghijauan Bantaran Sungai Brantas Wilayah Penjaringan Sari. (Foto: Muhammad Alif Fauzan)

UNAIR NEWS – Lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya mengawali acara penghijauan dan penataan bantaran Sungai Brantas di wilayah Penjaringan Sari Surabaya, Minggu (19/1/2020). Universitas Airlangga (UNAIR) kali ini menggaet sejumlah elemen seperti Polri, TNI, Bonek, dan pencinta lingkungan di Surabaya untuk berkolaborasi.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Brantas Tuntas yang kali pertama berlangsung tahun ini. Pemprov Jawa Timur secara resmi melepas mahasiswa KKN Kolaborasi Brantas Tuntas pada 26 Desember 2019 di Gedung Negara Grahadi yang melibatkan  16 Perguruan Tinggi Negeri  se-Jatim.

Dr. Eko Supeno, drs., M.Si, selaku ketua LPPM (Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat) UNAIR mengatakan bahwa diadakannya KKN Brantas Tuntas mengusung tujuan agar mahasiswa turut peduli dalam meremajakan kondisi Sungai Brantas. Sebab, bagaimanapun juga kondisi sungai dapat mempengaruhi kesehatan lingkungan maupun air bersih.

“KKN ini sebagai wujud nyata dari aksi pengabdian masyarakat oleh mahasiswa. Jadi, dengan adanya KKN mahasiswa dapat secara langsung membaur dan membaca permasalahan di masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UNAIR Prof Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak., CMA, menyatakan bahwa aksi peduli lingkungan wajib bagi semua pihak tanpa terkecuali. Tindakan kolaborasi dilakukan supaya dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.

“Semoga Surabaya dapat terbebas dari hal yang tidak diinginkan, seperti bencana banjir maupun kriminalitas di perairan Sungai Brantas. Dari sini kita harus sadar betul bahwa menjaga sungai adalah hal yang urgent,” tandasnya.

Prof. Nasih juga menyatakan bahwa ke depannya UNAIR menggandeng pihak militer seperti Marinir di Surabaya. Hal itu supaya tindakan pencegahan bencana dapat ditangani sebaik mungkin dan dibutuhkan ahli dalam bidang-bidang tertentu.

Sementara itu, Direktur Polairud Polda Jatim, Kombes Pol. Arnapi mengaku sangat mengapresiasi UNAIR karena kegiatan KKN Brantas Tuntas mengarah untuk mewujudkan Surabaya bebas banjir. Menurutnya kegiatan tersebut merupakan tindakan antisipasi yang tepat terhadap masalah yang ada.

“Kota Surabaya ini kan sampingnya laut, jadi juga rentan terjadi abrasi. Maka dari itu, kami nanti berencana akan menginisiasi UNAIR untuk turut menanam mangrove sebagai pencegah abrasi maupun gelombang ombak besar,” ujarnya.

Lanjut Arnapi, pihaknya akan terus mendukung UNAIR dalam kegiatan kontributif untuk Surabaya yang lebih baik dan aman. Terlebih kegiatan tersebut akan ber-impact secara nyata ke masyarakat. Karena itu, penggaetan pihak seperti Bonek juga merupakan pilihan yang tepat karena kegiatan ini bersifat positif. Mengingat, sebagai warga Surabaya sepantasnya turut serta dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat guna kebaikan bersama. (*)

Penulis: Muhammad Wildan Suyuti

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu