PKL FKM UNAIR Inisiasi Program Bank Sampah di Desa Purwosari

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Irlangga Wisnu Wardana sebagai perwakilan tim PKL FKM UNAIR ketika menyerahkan buku modul bank sampah secara simbolis pada Ketua Bank Sampah yang baru terbentuk pada Jumat malam (17/1/20) di Balai Desa Purwosari, Bojonegoro. (Foto : Devina F)

UNAIR NEWS – Permasalahan sampah yang tidak dikelola dengan baik dalam hal ini adalah pembakaran sampah dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan. Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu dampak yang cukup berbahaya sebagai efek dari pembakaran sampah.

Dari data yang ada, sekitar 109 balita Desa Purwosari dalam setahun mengeluhkan ISPA. Oleh sebab itu, kelompok I Praktik Kerja Lapangan (PKL) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) di Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, mengadakan intervensi program berupa pembentukan bank sampah pada Jumat malam (18/1/20) di Balai Desa Purwosari. Dalam kegiatan itu terdapat serangkaian acara seperti pemaparan materi bank sampah, pembentukan pengurus, dan pembentukan kesepakatan antara warga dan pengurus baru.

Materi disampaikan langsung oleh Maulana Satria Aji selaku Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR yang juga aktivis pegiat lingkungan. Antusias diberikan oleh warga begitu pembentukan kepengurusan dimulai. Dengan sigap warga saling mengajukan nama dan kepengurusan terbentuk dalam malam itu juga.

Cornelius Youwena selaku Ketua Kelompok 1 PKL FKM UNAIR menyampaikan bahwa program Bank Sampah telah mendapat persetujuan dari kepala desa dan bidan selaku sektor utama terkait permasalah kesehatan desa. Lalu sebagai langkah awal, program akan dilaksanakan di RT 1 RW 1 Dusun Korgan, Desa Purwosari saja.

Hal ini bermaksud sebagai percontohan supaya program dapat berhasil secara maksimal. Selain itu juga sebagai persiapan lomba adiwiyata yang bertempat di RT 1 RW 1 Dusun Korgan.

“Untuk meminimalisirkan penyakit dari ISPA, kita mengusulkan suatu program bank sampah. Harapannya bapak dan ibu dapat mendapatkan pengetahuan dan melaksanakannya dengan baik,” ungkapnya.

Maulana Satria Aji ketika menyampaikan materi terkait bank sampah pada warga RT 1 RW 1 Dusun Korgan, Desa Purwosari. (Foto : Devina F)

Wiyono, selaku ketua RW 1 Dusun Korgan, Desa Purwosari dalam sambutannya menuturkan bahwa terdapat tiga garis hubungan yang perlu dipertahankan. Pertama, garis lurus atau menyambung hubungan kita kepada Allah Swt. Kedua, garis condong atau hubungan kita kepada perangkat desa kalau ke atas kepada negara. Dan ketiga, hubungan horizontal atau garis datar yaitu hubungan sesama manusia dengan memperhatikan etika. Seperti etika membakar sampah pada malam hari harus melihat sekitar dan jangan sampai merugikan orang lain.

“Setelah mendengarkan informasi ini, mari dilonggarkan untuk membersihkan lingkungan rumahnya,” tuturnya.

Kemudian, pada malam itu juga berhasil mendapatkan beberapa kesepakatan seperti pengurus yang terdiri dari, ketua, bendahara, divisi administrasi, penimbangan, pencatatan, dan pemilahan. Se;ain itu, warga juga bekerja sama dengan salah satu tukang loak lokal yang akan mengepul sampah setiap satu minggu sekali dengan harga yang telah ditentukan dan uangnya akan ditabung dalam bank sampah.

Tak hanya itu, tim PKL juga membagikan sebuah modul bank sampah sebagai pegangan setiap pengurus dan juga beberapa peralatan lainnya sebagai modal awal berdirinya bank sampah di RT 1 RW 1 Dusun Korgan, Desa Purwosari. (*)

Penulis : Ulfah Mu’amarotul Hikmah

Editor : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu