Kunjungi Tugu Pahlawan, Duta FKM Kenalkan Sejarah Surabaya Pada Mahasiswa Asal Thailand

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
DUTA FKM UNAIR (bawah dari kiri) berfoto bersama lima mahasiswa Thailand di Tugu pahlawan pada Rabu (25/12/19). (Foto : istimewa)

UNAIR NEWS – Kunjungan mahasiswa asing ke Indonesia merupakan sebuah peluang untuk memperkenalkan budaya hingga sejarah yang ada di Indonesia. Hal itu pula yang dilakukan oleh duta FKM kepada mahasiswa Thailand dari Mahidol University. Duta FKM mengajak mahasiswa asal Thailand itu untuk mengunjungi Tugu Pahlawan pada Rabu (25/12/19).

Nur Sahila, salah satu duta FKM yang akrab disapa Hila mengatakan bahwa kunjungan ke Tugu Pahlawan merupakan salah satu agenda yang dilakukan dalam rangka city tour bagi mahasiswa asing. Tugu pahlawan dipilih karena tempat tersebut merupakan monumen yang menggambarkan kota Surabaya sehingga mahasiswa Thailand bisa lebih mengenal kota Surabaya.

“Tugu pahlawan dipilih karena tugu tersebut merupakan monumen yang menggambarkan Surabaya, terutama kenapa Surabaya sampai disebut kota pahlawan. Tujuannya adalah untuk mengenalkan Surabaya,” ucapnya pada Rabu (15/01/20).

Hila menambahkan bahwa mahasiswa Thailand yang melakukan kunjungan tesebut berjumlah lima orang. Masing-masing dari mereka bernama Nnoei, Eye, Pak, Pin dan Nicha. Dia mengatakan bahwa kelima mahasiswa itu merasa senang dengan adanya kunjungan ke Tugu Pahlawan.

“Mereka (mahasiswa asal Thailand, Red) excited, mereka juga merasa senang,” tambah mahasiswi angkatan 2018 itu.

Ketika berada di Tugu Pahlawan, duta FKM menceritakan berbagai hal kepada mahasiswa asal Thailand itu. Salah satunya adalah menceritakan asal usul dibalik nama Tugu pahlawan. Selain itu, mereka juga menyempatkan untuk berfoto bersama di monumen bersejarah tersebut.

Tidak hanya berkunjung ke Tugu pahlawan, rencananya pada Sabtu (18/01/20) duta FKM bersama dengan mahasiswa Thailand itu akan mengunjungi wisata bahari lamongan (WBL) dan Gua Maharani. Sebagai penutup, Hila berharap kedepannya kegiatan tersebut tetap dipertahankan dan kalau bisa tidak hanya mengunjungi tempat-tempat bersejarah dalam bentuk museum saja.

“Harapannya tidak hanya mengenalkan tempat-tempat bersejarah yang berbentuk museum saja, tetapi juga tempat peristiwa bersejarah seperti bekas dolly yang dulunya adalah tempat prostitusi terbesar di Asia namun saat ini sudah berubah menjadi kampung kreatif yang di dalamnya banyak berdiri usaha kecil menengah (UKM) dan banyak pemberdayaan untuk warganya,” tutupnya. (*)

Penulis: Dita Aulia Rahma

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu