Camat Licin Apresiasi Kegiatan PKL Mahasiswa FKM UNAIR Banyuwangi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
H. Hartono, S.sos., MSi., selaku Camat Kecamatan Licin (tengah) saat menyampaikan paparan dihadapan mahasiswa PKL. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga di Banyuwangi, melaksanakan kegiatan Seminar hasil pertama yang bertempat di Balai Kecamatan Licin pada pekan lalu. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing kelompok memaparkan hasil yang telah didapatkan selama dua minggu pertama.

Syifaul Lailiyah, S.KM., M.Kes selaku Sekretaris Program Studi Kesehatan Masyarakat menjelaskan, seminar hasil merupakan pemaparan dari serangkaian kegiatan awal yang telah mahasiswa lakukan di masing-masing desa yang ditempati. Tidak hanya itu, dalam kegiatan itu juga dipaparkan perencanaan program dalam dua minggu ke depan.

“Mahasiswa telah belajar menganalisis keadaan terkait kesehatan masyarakat di desa Gumuk, Jelun, Kluncing dan Pakel. Mulai dari mengidentifikasi masalah yang ada, mencari akar penyebab serta merumuskan alternatif solusi yang dilakukan bersama masyarakat,” papar dosen yang akrab disapa Syifa tersebut.

Dari hal tersebut, lanjutnya, diharapkan selama dua minggu awal di desa, mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah kesehatan yang dialami masyarakat. Nantinya, tandas Syifa, mahasiswa akan diberi intervensi sesuai program yang telah diusulkan dalam POA (Plan Of Action) dan serta disetujui untuk terimplementasikan selama dua minggu terakhir

“Dari hasil presentasi didapatkan satu masalah dari masing-masing desa yaitu masalah sampah pada Desa Pakel dan Kluncing, masalah Hipertensi pada Desa Jelun, serta Angka Pemberantasan Nyamuk pada Desa Gumuk,” lanjutnya.

Sementara itu, H. Hartono, S.sos., MSi., selaku Camat Kecamatan Licin menyampaikan harapannya kepada Universitas Airlangga. Ia sangat berharap agar kegiatan PKL di wilayah Kecamatan Licin bisa  berkesinambungan sebagai upaya peningkatan indeks pembangunan manusia.

“Karena Indeks Pembangunan Manusia atau IPM wilayah licin masih harus dikejar, sedangkan untuk peningkatan IPM  selain upaya di bidang kesehatan, pendidikan, juga diperlukan kegiatan seperti PKL dan lain sebagainya. Dimana kegiatan tersebut betul-betul menyentuh sendi kehidupan dalam masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu bentuknya selain program yang telah dicanangkan pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa, kegiatan PKL maupun studi sangat dibutuhkan. Hasil kegiatan yang telah didapatkan secara langsung tersebut dapat dijadikan pedoman untuk melihat progress program berikutnya yang ada di wilayah ini.

“Selain melakukan tugas tuntutan perkuliahan, yang terpenting adalah saat kegiatan PKL seperti ini dapat di sosialisasikan kepada masyarakat. Ilmu jangan untuk dipakai sendiri, karena ilmu yang bermanfaat adalah yang berguna bagi orang lain. Pelan tapi pasti dengan adanya kegiatan seperti ini mindset pola hidup akan berubah, masyarakat menjadi sadar akan kesehatan, serta lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Athiya Adibatul Wasi

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu