ABC Kunjungi 42 Sekolah di Bojonegoro Ikut Sukseskan UNAIR Sapa Negeri

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mahasiswa UNAIR asal Bojonegoro setelah melaksanakan sosialisasi Airlangga Bojonegoro Communitu Goes to School (ABC GTS) di SMAN 1 Kalitidu, Bojonegoro. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Muleh Omah Project (MOP) merupakan program kerja (proker) terbesar yang diselenggarakan oleh Airlangga Bojonegoro Community (ABC). Project itu disalurkan dalam bentuk pengabdian untuk tanah kelahiran mereka.

Salah satu bagian dari proker MOP tahun 2020 yakni UNAIR Sapa Negeri yang bertajuk ABC Goes to School (GTS). Kegiatan ini bertujuan memotivasi siswa-siswi SMA se-derajat untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi sekaligus memperkenalkan Universitas Airlangga (UNAIR).

Istikhomah selaku ketua pelaksana ABC GTS mengaku sangat senang dengan adanya proker yang diselenggarakan mulai hari Kamis (2/1/2020) hingga Sabtu (18/1/2020) itu. Menurutnya, melalui GTS ini mahasiswa dapat secara langsung membagikan pengalaman kepada siswa-siswi SMA se-derajat, sehingga dapat lebih memotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Selama kurang lebih dua minggu berturut-turut, kita berkesempatan mengunjungi 42 sekolah SMA se-derajat di Kabupaten Bojonegoro. Dari kota hingga pelosok-pelosok desa kita kunjungi untuk membagikan sedikit ilmu dan lebih kepada sharing motivasi kepada adik-adik SMA,” ujar mahasiswi Fakultas Hukum UNAIR angkatan 2018 tersebut.

Isti mengungkapkan bahwa dalam ABC GTS ini para mahasiswa UNAIR asal Bojonegoro memberikan informasi tentang jalur masuk untuk perguruan tinggi negeri (PTN), fakultas, berserta jurusannya yang ada di UNAIR. ABC juga berkolaborasi dengan Bidikmisi Goes To School (BM GTS) untuk memperkenalkan berbagai macam beasiswa yang ditawarkan di UNAIR.

“Kita berkerja sama dengan BM GTS, karena banyak sekali adik-adik SMA di Bojonegoro yang sekolahnya di pedesaan tidak tahu mengenai informasi Bidikmisi. Apalagi tahun ini ada sedikit perubahan mengenai Bidikmisi yang diganti dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah,” ujarnya.

Menurut Isti, masalah utama yang dihadapi oleh siswa-siswi desa setelah lulus adalah biaya untuk perkuliahan serta izin orang tua. Kebanyakan dari orang tua siswa menganggap kerja lebih menguntungkan daripada kuliah yang harus banyak mengeluarkan biaya. Sehingga dengan diselenggarakannya ABC GTS ini, diharap bisa mengubah mindset akan hal tersebut.

Selanjutnya, Isti menuturkan bahwa anusiasme para siswa menyambut sosialisasi yang mereka berikan sangat tinggi. Menurut Isti, minat siswa untuk melanjutkan di UNAIR juga besar, hal itu dibuktikan dengan expo campus yang diselenggarakan oleh SMAN 1 Bojonegoro, stand UNAIR sangat banyak dan ramai dikunjungi oleh siswa-siswi SMA.

“Banyak sekolah yang mengundang kami untuk mengisi expo dan itu stand kami paling ramai dari pada yang lain. Hal itu menunjukkan kalau memang banyak anak-anak Bojonegoro yang ingin melanjutkan studi di UNAIR,” ungkapnya.

Isti berharap, penyelenggaraan ABC GTS tahun 2021 lebih bisa menjangkau sekolah pelosok yang ada di Bojonegoro. “Semoga tahun depan lebih banyak sekolah yang bisa kami kunjungi lagi, sehingga dapat terus memberi manfaat untuk negeri terkhusus untuk Bojonegoro,” tutup Isti. (*)

Penulis: Febrian Tito Zakaria Muchtar

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu