Mutasi Asam Amino pada Protein Fusion Virus Newcastle Disease yang Diisolasi dari Angsa Menyebabkan Resistensi terhadap Infeksi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi angsa. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi angsa. (Foto: Istimewa)

Newcastle disease virus (NDV)

Newcastle disease virus (NDV) merupakan salah satu penyebab penyakit pada unggas yang dikenal dengan nama penyakit ND atau tetelo. Pada tahun 1926, penyakit ND kali pertama dilaporkan seorang profesor bernama Kraneveld di Jakarta dan penyakit ini telah terjadi di mana-mana. Virus ND dapat menginfeksi sekitar 240 spesies unggas dan termasuk ke dalam kelompok virus RNA.

ND sebagai salah satu penyakit patogen pada unggas masuk ke dalam daftar A penyakit hewan menular yang termuat dalam World Organization for Animal Health, OIE. Bukan hanya karena penyakit ini dapat ditularkan dan berpotensi menyebar dengan sangat serius dan cepat, tapi secara ekonomis juga sangat merugikan.

Hal ini dibuktikan dengan adanya angka kesakitan dan angka kematian yang tinggi mencapai 100% dari peternakan unggas yang terinfeksi virus ND strain virulen, dan penurunan produksi unggas dari peternakan unggas yang terinfeksi virus strain avirulen sehingga ekspor produk unggas terhambat. Ancaman lain dari penyakit ini pada zona ekonomi, yaitu menimbulkan terjadinya pembatasan perdagangan dan embargo pada area atau negara yang mengalami wabah ND.

Protein virus ND

Genom virus ND mempunyai enam “Open Reading Frames” yang mengkode nucleocapsid protein (N), beberapa molekul fospoprotein (P), matrix protein (M), fusion protein (F). Protein fusion yang terdapat pada amplop virus ND memiliki fungsi agar terjadinya fusi atau penyatuan antara virus dengan sel host. Tiga protein inti dan tiga protein amplop, termasuk dua glikoprotein besar hemaglutinin-neuraminidase (HN) dan large RNA-directed RNA polymerase (L).

Selain itu, terdapat nonstruktural protein (V) dan protein (W) yang dihasilkan pada saat pengubahan RNA pada proses transkripsi gen P. Sifat dari virus RNA adalah labil, sehingga dapat mengalami perubahan atau yang dikenal dengan mutasi pada susunan asam aminonya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui virulensi virus ND yang mengalami mutasi pada susunan asam aminonya.

Hasil dari penelitian itu menerangkan bahwa ditemukan 4 sampel positif ND yang telah diidentifikasi dengan uji HA dan dikonfirmasi dengan uji HI. Uji HA dilakukan untuk mengetahui kemampuan hemagglutinin yang terdapat pada virus terhadap sel darah merah. Virus ND termasuk ke dalam kelompok RNA virus dengan susunan beruntai tunggal yang mana dapat mengalami mutasi lebih cepat jika dibandingkan dengan virus DNA dengan susunan beruntai ganda.

Hasil multiple alignment dari asam amino pada posisi 112-117 menunjukkan bahwa keempat isolat tersebut masuk ke dalam kelompok patotipe lentogenik dengan susunan asam amino 112G/EK/RGG/E-R116 dan L (Leucine) pada residu 117. Susunan asam amino protein F pada posisi 112-117 menjadi penentu patotipe virus yang dikelompokkan menjadi lentogenik, mesogenik atau velogenik secara molekuler. Mutasi terkecil adalah mutasi titik, dimana hanya satu basa tunggal yang diubah menjadi basa lain. Nonsynonymous adalah jenis lain dari mutasi yang dapat menyebabkan perubahan asam amino.

Tingkat mutasi virus tidak hanya disebabkan oleh kesalahan polimerase, tetapi juga oleh kemampuan virus untuk memperbaiki ketidakcocokan DNA dengan melakukan proofreading atau perbaikan setelah proses replikasi. Berdasar beberapa mutasi asam amino yang ditemukan, diketahui bahwa mutasi tersebut tidak mampu menyebabkan perubahan terhadap virulensi dari virus ND.

Kesimpulan menarik dari penelitian ini adalah bahwa virus ND yang diisolasi dari angsa, termasuk ke dalam kelompok virus lentogenik yang bersifat avirulent dan memiliki beberapa mutasi pada asam amino nya. Mutasi tersebut tidak mampu menyebabkan perubahan terhadap virulensi virus sehingga sangat perlu dilakukan uji secara in vivo untuk mengetahui patogenisitas dari virus. (*)

Penulis:

Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, drh.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di

http://ivj.org.in/users/members/viewarticles.aspx?ArticleView=1&ArticleID=9185

Tulisan kami dapat disitasi pada link berikut ini:

Putri N, Ernawati R, Suwarno, Rahmahani J, Rantam FA. Fusion Protein of Aminoacid Mutations in Newcastle disease Isolated from Swan Goose Caused Resistance to Infection. Indian Vet. J 2019: 96: 53-55.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu