Ekspresi Nuclear Factor of Activated T Cell C1 dan Receptor Activator Of Nuclear Factor Kappa 

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh hisham id

Perawatan saluran akar dan restorasi merupakan salah satucaramempertahankan gigi dalam rongga mulut dengan prognosis yang baik.Keberhasilan perawatan saluran akar sekitar 81,5% lebih dilaporkan dariperawatan 5 tahun terakhir. Hal ini tergantung dari faktor penyebabnya, diagnosisdan rencana perawatan yang akan dilakukan. Beberapa peneliti menyatakan telah berhasilmengeliminasi mikroorganisme dari dalam saluran akar gigi melalui tindakanpreparasi gigi (cleaning and shaping), akan tetapi masih didapatkanmikroorganisme pada daerah periapikal gigi. Pada ujung akar yang ditemukan lesi periapical, menunjukkan adanya biofilm pada daerahapikal saluran akar.

Infeksi saluran akar sekunder dapat terjadi karena perawatan infeksi saluran akar yang tidak memadai sebelumnya. Sistem saluran akar yang kompleks seringkali menyebabkan preparasi dan pembersihan saluran akar yang tidak adekuat, terutama di daerah apikal, yang rentan terhadap infeksi ulang.

Gijo et. al., (2015) menunjukkan bahwa dalam kasus perawatan saluran akar yang tidak berhasil, Enterococcus faecalis (E. faecalis) adalah bakteri paling umum yang menyebabkan infeksi persisten pada gigi yang telah dilakukan perawatan saluran akar dan menyebabkan 77% kelainan pada periapikal. E. faecalis dapat menyebabkan kelainan periapikal karena faktor virulensi yang dimiliki, yaitu Lipoteichoic acid (LTA).

LTA dapat dikenali melaluispecific signaling moleculespada permukaan sel host yang disebut Toll-like receptors-4 (TLR-4) yang memicu terjadinya proses inflamasi dan mengakibatkan kerusakan tulang pada daerah periapikal. LTA dapat menstuimuli makrofag dan memproduksi TNF adan nitric oxide (NO) serta dapat menstimuli TLR-2. TLR-2 dapat berfungsimenjadi dimer maupun heterodime dengan TLR-1 maupun TLR-6. Aktivasi dariTLR akan mengaktifkan transkripsi seperti nuclear factor/Kb (NF-KB), aktivator protein 9AP-1, dan p38 serta akan memproduksi berbagai sitokin, yang secara sinergi meningkatkan ekspresi TNF-a. TNF-aakan memicu terjadinyapeningkatan Receptor Activator of RANKL NF-kb Ligand (RANKL). Terjadinyapeningkatan TNF-a dan RANKL akan menaikkan produksi Receptor Activator of RANKL NF-kb(RANK). Hal ini mengakibatkan terjadinya ikatan antara RANKdan RANKL yang kemudian menyebabkan pengambilan protein adapter TNFReceptor Associated Factors-6 (TRAF-6). TRAF-6 akan menginduksi c Fos danActivator protein 1 (AP-1) yang selanjutnya menginduksi Nuclear Factor ofActivayed T cels cl (NFAT C1). Aktivasi NFATC-1 akan menginduksi TRAP+ osteoclast formation sehinggaterjadi osteoklas yang matang dan selanjutnya akan membentuk osteoklas aktif.Semakin banyak produksi osteoklas yang aktif, penyerapan tulang yangterjadi akan semakin banyak pula. Apabilapeningkatan NFATC1 dan RANK tidak terjadi karena proses homeostasis makatidak akan terjadi osteoklastogenesis.

Berdasarkan fakta diatas perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untukmelihat ekspresi RANK dan ekspresi NFATC-1yang menyebabkanosteoklastogenesis setelah mengalami induksi bakteri Enterecoccus faecalis padaperiapikal gigi tikus wistar berdasarkan perbedaan waktu.

Penelitian ini dilakukan menggunakan 36 gigi molar tikus Wistar yangberusia 8-12 minggu, dewasa, laki-laki, Rattus norvegicus, dengan berat antara 120 dan 150 gram, dalam kondisi fisik yang baik dengan gigi molar erupsi sempurna. Pada kelompok kontrol, pulpa gigi dibuka menggunakan low speed electric handpiece. Pada kelompok perlakuan, pulpa gigi dibuka menggunakan low speed electric handpiece dan diinduksi dengan 106 CFU E. faecalis, kemudian ditumpat denganglass ionomer cement. Kedua kelompok diamati pada hari ke 7 dan 21. Potongan rahang difiksasi dengan 10% buffer formalin netral selama 24 jam, dan didekalsifikasi dengan EDTA 4% selama 30 hari, sebelum dibuat menjadi sediaan blok parafin.

Sampel dibuat menjadi preparat HPA dan dilakukan pengamatan kerusakan tulang periapikal. Pengecatan imunohistokimia dilakukan dengan menggunakan antibodi anti-NFATc-1 (Biolegend # 649601, Amerika Serikat) dan RANK, untuk memfasilitasi pengamatan dengan menggunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran 1000 kali dalam 20 lapangan pandang. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan ujiIndependent T-test.

Hasil ekspresi NFATc1 dan RANK diperoleh melalui pengamatan jumlah sel osteoklas di tulang periapikal, memberikan reaksi positif terhadap antibodi anti-NFATc1 dan anti-RANK dengan metode imunohistokimia ditandai dengan warna coklat sitoplasma pada seluruh kelompok (kontrol dan perlakuan). Jumlah ekspresi NFATc1 pada kelompok perlakuan lebih tinggi daripada pada kelompok kontrol. Pada kelompok kontrol dan perlakuan, ekspresi NFATc1 meningkat antara hari 7 dan hari 21.

Berdasarkan perhitungan jumlah ekspresi RANK, ditemukan bahwa ekspresi RANK pada kelompok kontrol meningkat antara hari 7 dan 21, sedangkan pada kelompok perlakuan juga meningkat terus selama periode yang sama. Hasil uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnoff untuk ekspresi NFTAc1 dan RANK menunjukkan data penelitian terdistribusi normal (p> 0,05). Analisis data diteruskan dengan Independent T test untuk mengetahui hubungan yang bermakna.

Hasil dari Independent T-test pada ekspresi NFATC-1 menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan pada hari ke 7 dan hari ke 21. Hasil serupa juga diperoleh untuk ekspresi RANK. Hasil Independent T-test menunjukkan perbedaan ekspresi RANK yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan pada hari ke 7 dan 21.

Penulis: Adelina Kristanti

Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) 2019 December; 52(4): 117–121

https://e-journal.unair.ac.id/MKG/issue/view/945

Research Report The expression of nuclear factor of activated T cell c1 and receptor activator of nuclear factor kappa β induced by Enterococcus faecalis in osteoclastogenesis (laboratory experiment on Wistar rats) Nirawati Pribadi, Rosita Rahmawati, Mandojo Rukmo, Adelina Kristanti Tandadjaja, Hendy Jaya Kurniawan and Ratna Puspita Hadi Department of Conservative Dentistry, Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga, Surabaya – Indonesia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu