Pelajari Mikrobiologi Lewat Kelompok Studi Mikrobiologi Study Club

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SELURUH anggota MSC sendang berfoto bersama di sekitaran danau UNAIR. (Foto: Istimewa)
SELURUH anggota MSC sendang berfoto bersama di sekitaran danau UNAIR. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mikroorganisme atau mikroba merupakan organisme hidup yang berukuran sangat kecil dan hanya bisa diamati dengan bantuan mikroskop. Mikroorganisme dapat ditemukan di dalam tubuh manusia, makanan, minuman, dan dapat hidup di berbagai macam tempat. Dalam air sering dijumpai beberapa macam bakteri yang dapat membahayakan tubuh manusia seperti bakteri E.coli.

Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMBIO) sendiri memiliki kelompok studi Mikrobiologi Study Club (MSC) dimana mereka berfokus untuk mempelajari bidang mikrobiologi dan mengkaji makhluk hidup berukuran terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang.

“Di sini biasanya kita mengenalkan alat-alat laboraturium, melatih cara sterilisasi alat-alat laboraturium, mengenalkan jenis-jenis media pertumbuhan bakteri, melatih isolasi bakteri, sampling dan mengidentifikasi bakteri,” ungkap Khafid Jallaludhin selaku ketua MSC saat di wawancarai pada senin (13/1/2020).

Khafid menjelaskan bahwa pernah melakukan penelitian mengenai Bakteri Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Di Tahura Raden Soerjo dan pernah melakukan penelitian tentang kapang selulolitik di Taman Nasional Alas Purwo. “Kemarin juga pernah melakukan uji sampel es teh dari kantin Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dan ada beberapa sampel yg mengandung bakteri E.coli,” ungkapnya.

Saat itu Khafid bersama anggota MSC yang lain melakukan uji sampel es teh dari para penjual di kantin FST. Pemilihan es teh sebagai sampel karena selain harganya yang murah, seluruh kantin menjual minuman tersebut karena diminati oleh mahasiswa FST.

“Setelah membeli es teh yang digunakan sebagai sampel penelitian, selanjutnya kami membawa sampel es teh tersebut ke dalam lab dan melakukan inokulasi sampel ke dalam cawan petri yang sudah berisi media agar menggunakan metode spread. Cawan yang yang telah terisi oleh sampel kemudian di inkubasi dalam waktu 2 x 24 jam dan ternyata hasilnya hampir semua sampel pada cawan ditumbuhi oleh koloni bakteri E.coli,” jelasnya.

Khafid kemudian memberikan sebuah kesimpulan bahwa es teh yang dijual di kantin FST tidak semuanya aman untuk dikonsumsi karena di beberapa sampel es teh yang sudah di teliti ternyata positif mengandung bakteri E.coli yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia.

Penulis: Fahmi Royani

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu