Potensi Ekstrak Meniran pada Ayam Penderita Colibacillosis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh satuharapan

Colibacillosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Escherichia coli patogen unggas. Saat ini Escherichia coli resisten terhadap hampir semua antibiotik (Hidanah et al. 2018). Coliseptimia menyerang ayam pada berbagai tipe umur. Faktor-faktor predisposisi timbulnya colibacillosis antara lain penyakit Cronic Respiratoris Disease dan ND virus.Faktor pendukung penyakit ini berkembang cepat dengan derajat kematian yang tinggi, Dampak penting dalam industry perunggasan menyebabkan adanya gangguan pertumbuhan, penurunan produksi, peningkatan jumlah ayam afkir, penurunan kualitas karkas dan telur, penuruan daya tetas telur dan kualitas anak ayam serta menyebabkan mudahnya terjadi kompleks penyakit yang melibatkan system pernafasan, system pencernaan dan system reproduksi yang sulit untuk ditanggulangi. Cara penularan pada ayam petelur dapat melalui ovarium  atau oviduk atau infundibulum yang terinfeksi olehbakteri ini. Ekstrak Meniran memiliki efek antibakteri pada Escherichia coli dan dapat menghambat atau membunuh Escherichia coli karena zat-zat dalam tanaman ini berfungsi sebagai tindakan antibakterisidal dari alkaloid, tanin, saponin, dan flavonoid (Hidanah et al., 2019). Organ reproduksi ayam terutama infundibulum yang menderita colibacilosis akan mengalami kerusakan berupa keradangan yang disebabkan oleh stres oksidatif karena tidak adanya keseimbangan antara produksi oksidan dan pertahanan antioksidan (Febriana, 2016).  

Penelitian yang dilakukan oleh Sabdoningrum et al., 2019 mengungkap potensi ekstrak meniran  pada ayam penderita colibacillosis dengan melihat tanda-tanda klinis, histopatologi infundibulum, data produksi telur dan kualitasnya dicatat. Dua puluh ayam petelur berusia 26 minggu dibagi menjadi 5 kelompok: terinfeksi Escherichia coli, tanpa ekstrak meniran (C +), tidak terinfeksi Escherichia coli, tanpa ekstrak meniran (C-), T1, T2, T3 terinfeksi Escherichia coli dan diberikan ekstrak meniran, 10, 20, 30% masing-masing selama 2 minggu. Antitrombik Flavonoid dapat membentuk sumbat trombosit, sehingga dapat menutup pembuluh darah kecil di pembuluh darah, menghambat perkembangan bakteri dengan bertindak sebagai penghambat enzim dengan menghambat produksi energi dan asam nukleat atau protein dan dapat mengurangi permiabilitas kapiler darah, sehingga darah kerusakan kapiler. Tanin berkhasiat sebagai antiseptik (mencegah pertumbuhan bakteri) dan hemostatik (menghentikan perdarahan) (Mathivanan et al., 2006).

Ekstrak meniran menunjukkan efek antibakteri yang berpotensi tinggi dan mengurangi keradangan akibat infeksi Escherichia coli. Kehadiran Escherichia coli mempengaruhi saluran reproduksi pada ayam petelur, terutama di infundibulum. Tabbu (2000). Karena infundibulum berfungsi untuk menangkap folikel yang mengalami ovulasi; Infeksi Escherichia coli pada infundibulum produksi telur menurun. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa produksi telur meningkat karena adanya terpenoid dalam agen ekstrak meniran yang bertindak sebagai antibakteri. Jumlah kandungan terpenoid yang lebih kuat dalam mengurangi aktivitas bakteri (Gunawan et al., 2008). Kesimpulan dari penelitian tersebut ekstrak meniran dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30% dapat meningkatkan fungsi infundibulum dan meningkatkan produksi telur pada ayam petelur yang terinfeksi Escherichia coli.

Penulis: Erma Safitri

Judul : A Study on the Effect of Meniran (Phyllanthus Niruri Linn) Extract to Improve Infundibulum andEgg Production of Laying Chicken Infected with Escherichia Coli
Jurnal : Indian Veterinary Journal (Emy K. Sabdoningrum, Sri Hidanah, Sri Chusniati, Adinda Rizky and Erma Safitri*)  

Link : [https://ivj.org.in/users/members/viewarticles.aspx?ArticleView=1&Y=2019&I=798 ]

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu