Dosen Fakultas Farmasi Ajak Masyarakat Sadari Diabetes Mellitus Sejak Dini

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PELAYANAN kesehatan gratis yang diberikan oleh dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Guna memberikan wawasan mengenai penyakit Diabetes Melitus kepada masyarakat, sejumlah dosen Fakultas Farmasi (FF) UNAIR mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan itu berlangsung pada Minggu, (12/01/2020) di Kedung Tarukan RT 06 RW 03 Pacar Kembang, Surabaya.

Dra. Toetik Aryani, MSi., Apt., selaku Ketua Pelaksana menuturkan bahwa kegiatan tersebut meliputi pemberian edukasi; pemeriksaan darah untuk monitoring; bahkan juga konseling berkelanjutan. Diketahui, kegiatan tersebut telah rutin dilakukan hampir setiap bulan sejak lima tahun yang lalu. “Tujuan kita adalah untuk memberikan edukasi sehingga masyarakat lebih sadar untuk rutin melakukan terapi dan mengendalikan gula darah supaya tidak ada komplikasi lebih lanjut,” ujarnya.

Toetik Aryani atau yang kerap disapa Toetik mengatakan bahwa sosialisasi menjadi bagian penting sebagai bentuk pencegahan Diabetes Mellitus. Yang perlu diperhatikan, lanjut dia, penderita Diabetes Mellitus sangat memerlukan dukungan informasi dan emosional dari keluarga.

Diabetes Melitus atau yang disebut juga Kencing Manis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang cukup sering ditemui di Indonesia. Seiring dengan berjalannya waktu, penderita Diabetes Mellitus semakin meningkat dengan gula darah yang tidak terkontrol. Hal itu disebabkan karena pemahaman mengenai penggunaan anti diabetes termasuk insulin dan oral anti diabetes masih rendah.

Pada beberapa kasus di wilayah Kedung Tarukan, Toetik mendapati kebanyakan penderita Diabetes Mellitus telah meninggal. “Sebenarnya kasus yang parah ada beberapa orang dan rata-rata sudah meninggal,” ujarnya.

Rutin berobat dan menerapkan pola hidup yang sehat dinilai Toetik sangat penting. “Masyarakat harus sadar pentingnya mendapatkan terapi dan pengobatan. Karena hal ini (terapi dan pengobatan, Red) dapat mencegah adanya komplikasi dari Diabetes Melitus,” ungkapnya.

Toetik berharap dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat sadar dan patuh menjalani pengobatan Diabetes Mellitus. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah pencegahan yang nyata. Sehingga  tidak sampai terjadi komplikasi yang fatal,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan pengabdian itu melibatkan tiga dosen Departemen Farmasi Klinik Fakultas Farmasi UNAIR; perawat dari RSUD Dr. Soetomo; dan sejumlah mahasiswa Fakultas Farmasi UNAIR. Masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu