Anti Early Embryonic Protein (Eep) untuk Tes Kebuntingan Dini Microtiter Strip Pada Sapi Perah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh hewan.id

Identifikasi dan Isolasi Early Embryonic Protein (EEP) dari cotyledon sapi perah bunting telah dilakukan untuk membuat poliklonal anti EEP yang dapat digunakan untuk tes kebuntingan dini microtiter strip berdasarkan reaksi antigen antibodi melalui teknik Sandwich ELISA. Penelitian ini menggunakan 10 ekor sapi perah umur 2-3 tahun dari peternakan sapi perah di Surabaya.

Bahan penelitian berupa cotyledon sapi berasal dari rumah potong hewan Pegirikan Surabaya dan serum darah sapi perah 28 hari pasca inseminasi buatan. Cotyledon yang diperoleh dilakukan serangkaian penelitian untuk menghasilkan protein EEP yang meliputiidentifikasi dan karakterisasi protein EEP dengan SDS-PAGE, uji spesifisitas protein EEP dengan Western Blot dan isolasi protein EEP dengan metode Elektroelusi.

Produksi anti EEP dilakukan melalui tahapan imunisasi kelinci dengan isolat protein EEP, purifikasi dan anti-EEP dengan Saturated Ammonium Sulphate (SAS), pengukuran Optical Density (OD) Anti-EEP dengan indirect ELISA dan pengukuran titer anti-EEP dengan menggunakan kurva standar anti-EEP. Anti EEP yang diperoleh digunakan untuk diagnosis kebuntingan sapi perah 28 hari pasca inseminasi buatan. Hasil diagnosis kebuntingan microtiter strip dibandingkan dengan hasil diagnosis dengan ultrasonography dan pengukuran kadar progesteron serum darah.

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa protein EEP dengan berat molekul 59,88 kDa dapat diisolasi dari cotyledon sapi perah bunting dengan kadar sebesar 6480 ug/ml pada endapan dan 13920 ug/ml pada supernatant. Protein EEP mampu menginduksi timbulnya anti-EEP dan anti-EEP dapat digunakan untuk tes kebuntingan dini microtiter strip. Hasil uji EEPmicrotiter strip dengan kadar progesteron serum darah dan USG sebagai gold standart diperoleh nilai sensitivitas, spesifisitas, positive predictive value dan negative predictive value masing-masing sebesar 93,33 %, 100 %, 100 % dan 83,33 %.

Penulis: Erma Safitri

Detail tulisan ini dapat dilihat di:

https://ivj.org.in/users/members/viewarticles.aspx?Y=2019&I=790

Abdul Samik and Erma Safitri. 2019. Anti Early Embryonic Protein (EEP) for Pregnancy Test by Microtiter Strip in Dairy Cow. Indian Vet. J., September 96 (09) : 37 – 39.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu