Cegah Penyebaran DBD di Desa Bendongaten Tuban, Mahasiswa Lakukan Sosialisasi Keliling

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mahasiswa KKN 61 Bendonglateng lakukan sosialisasi pencegahan demam berdarah di rumah-rumah warga (Foto: istimewa)
Mahasiswa KKN 61 Bendonglateng lakukan sosialisasi pencegahan demam berdarah di rumah-rumah warga (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Memasuki musim hujan seperti saat ini membuat masyarakat harus lebih memperhatikan kesehatan diri serta kebersihan di lingkungan sekitar. Lingkungan yang kotor, lembab dan banyak terdapat air menggenang dapat mengundang populasi nyamuk penyebab demam berdarah (DBD).

Sekelompok  mahasiswa UNAIR yang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-61 Desa Bendonglaten, Kabupaten Tuban, berinisiatif melakukan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan DBD. Desa Bendonglateng merupakan desa terjauh dari Kabupaten Tuban dan memiliki akses cukup sulit karena berada di balik hutan.

Hingga kini terdapat empat anak di Bendonglaten yang sudah terserang DBD. Untuk mencegah korban DBD terus bertambah, mahasiswa KKN Mahasiswa bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Kenduruan dan Poliklinik Desa (Polindes) melaksanakan program sosialisasi DBD pada Jumat (3/1/2020). Uniknya, sosialisasi dilakukan secara berkeliling dengan mengendarai ambulans Puskesmas. Mahasiswa tak hanya menyosialisasikan bahaya demam berdarah lewat pengeras suara, namun juga membagikan abate, yakni obat untuk mengurangi jentik nyamuk di bak mandi ke setiap rumah warga.

Ketua kelompok KKN 61 Bendonglateng Rizaldi Al Karim menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan tema KKN 61 UNAIR, yaitu kesehatan ibu dan anak. “Tingginya curah hujan di Kabupaten Tuban terutama daerah desa kami yang berada di perbukitan dan perbatasan, nyamuk demam berdarah sangat cepat berkembang biak karena banyak genangan air. Kami tidak ingin ada korban demam berdarah lagi karena kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu hal yang vital agar masyarakat bisa sejahtera dan terjaga kesehatannya,” terangnya.

Rizal menambahkan dalam sosialisasi tersebut dirinya dan teman-temannya menjelaskan kepada warga Desa Bendonglateng untuk tetap menjaga kebersihan bak mandi dan lingkungan sekitar. Didampingi tim dari puskesmas dan Polindes, mahasiswa juga turut mengecek bak mandi warga.

“Kami juga memberikan abate kepada setiap warga desa supaya bak mandinya bisa terbebas dari jentik nyamuk demam berdarah. Harapannya, dengan adanya sosialisasi ini, kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sekitar bisa lebih meningkat dan para orangtua lebih menjaga kondisi kesehatan anak-anaknya,” imbuh Rizal.

TIM KKN saat mengecek jentik nyamuk di bak mandi. (Foto: Istimewa)

Program sosialisasi tersebut, rupanya, mendapat sambutan yang positif dari warga serta tim kesehatan Puskesmas Bendonglateng. Agus Budianto, petugas kesehatan dari Puskesmas Kenduruan yang turut mendampingi mahasiswa melakukan sosialisasi, berterimakasih atas kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan warga.

“Mahasiswa KKN 61 Bendonglateng ini sangat progresif, mereka sangat peka dengan keadaan sosial dan mengajak kami bekerjasama untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kebersihan di Desa Bendonglateng ini,” ujarnya. (*)

Penulis: Zanna Afia

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu