Ketebalan Absorbansi Pembentukan Biofilm yang Dihasilkan oleh Candida Albicans

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh iagua.es

Pembentukan biofilm merupakan matriks yang diduga sebagai penyebab berkembangnya suatu penyakit infeksi. Hal ini disebabkan karena biofilm merupakan material yang dapat memproteksi mikroba yang hidup di dalamnya terhadap gangguan baik berupa fisik maupun kimia dari lingkungannya (Garrett, Bhakoo dan Zhang, 2008). Mikroba yang hidup di dalamnya dapat berkembang dan menyebar setelah mengalami tahap maturasi. Pembentukan biofilm terutama pada organ-organ tubuh manusia dicegah supaya tidak mengalami maturasi.

Awal kehidupan pembentukan biofilm adalah pembentukan lapisan glukan yang menyelimuti dari satu sel mikroba (bakteri) planktonik yang digunakan untuk melakukan perlekatan pada organ yang akan diinfeksi kemudian digunakan untuk ber-koagregasi dengan mikroba lainnya. Lapisan glukan dari individu sel yang terbentuk ini dapat dipengaruhi oleh keberadaan nutrisi yang ada dilingkungannya (Dunne, 2002). Lapisan glukan (biofilm) yang dibentuk oleh mikroba tersebut kemungkinan bisa digunakan untuk mendeteksi bahan nutrisi apa yang terdapat disekitarnya. Hal ini yang perlu dibuktikan dengan melakukan pemberian berbagai inducer pada satu macam mikroba tertentu  untuk dianalisis pembentukan biofilm yang terjadi pada mikroba dengan inducer yang berbeda tersebut.

Pada penelitian ini digunakan mikroba berupa Candida albicans sebagai penyebab infeksi Oral CandidiasisCandida albicans  (C. albicans) ini diinduksi dengan berbagai bahan inducer yang biasa terdapat pada intake makanan sehari-hari. Pada penelitian ini digunakan pemeriksaan Microassayplate untuk melihat pembentukan biofilm (lapisan glukan) dari beberapa inducer untuk menghasilkan pembentukan biofilm dari C.albicans serta  ketebalan protein biofilm yang dibentuk oleh C.albicans dengan berbagai inducer tersebut. Adapun inducer yang digunakan untuk merangsang pembentukan biofilm dari C.albicans adalah : Laktosa, Glukosa, Zat besi dan Protein kedelai.

Eksopolisakarida (EPS)/ glukan adalah komponen utama dari glikokalikbiofilm, yang membentuk lapisan lendir. Setelah EPS mengalami dehidrasi penuh, kandungan dominan glikokalik adalah air. Pada sebagian besar spesies mikroba,glikokalik didominasi oleh anionik dan digunakan sebagai tempat pengumpulan mineral dan nutrisi penting dari lingkungan sekitarnya. Kelebihan lainnya, glikokalik berfungsi untuk melindungi mikroba yang terdapat di dalam glikokalik biofilm terhadap ancaman lingkungan, termasuk : biosida, antibiotik, antibodi, surfaktan, bakteriofag. Secara umum glikokaliks dapat menciptakan suatu medan gaya tiga dimensi yang mengelilingi sel mikroba, berfungsi sebagai jangkar, dan melindungi mikroba yang terikat di permukaan (Dunne, 2002).

Ketebalan pembentukan biofilm C. albicans secara klinis menandakan sebagai terjadinya virulensi dan resistensi infeksi. Pada rongga mulut pembentukan biofilm C.albicans dipicu dengan keberadaan serum dan saliva. Fungsi pembentukan biofilm untuk mikroba antara lain adalah untuk : proteksi terhadap antibiotik; desinfektan dan lingkungan dinamis; komunikasi interseluler dalam stimulasi naik turunnya regulasi. Ekspresi gen untuk membentuk biofilm secara cepat, dapat terjadi karena adaptasi sementara seperti variasi fenotip; dan kemampuan bertahan pada kondisi kekurangan nutrien. Sekitar 99% populasi bakteri/ mikroba dunia terdapat dalam bentuk biofilm dengan variasi tahap pertumbuhan dan pembentukan biofilm yang sangat banyak (Garrett, BhakooandZhang, 2008).

Sel C.albicans terdiri dar 6 lapis (dari luar ke dalam) yaitu : fibrillar layer, mannoprotein, βglucan, βglucan-chitin. Mannoprotein, membran plasma. Tahap pembentukan biofilm C.albicans terdiri dari 4 tahap : (1) perlekatan pada permukaan (sphericalyeastcell); (2) proliferasi untuk membentuk basal layer dari sel-sel penjangkar; (3) pertumbuhan pseudo hyphae dan hyphae (menghasilkan matriks ekstraseluler); (4) penyebaran secara lambat sel-sel berbentuk yeast dari biofilm ke tempat baru (Nobileand Johnson, 2015)

Penulis: Indah ListianaKriswandini

Lecturer in Departement of Oral Biology, FacultyofDentistry, Airlangga University, Surabaya – Indonesia

Email : indah-l-k@fkg.unair.ac.id

Link terkait tulisan di atas: https: //www.researchgate.net/publication/338333784_Absorbance_thickness_in_the_formation_of_biofilm_produced_by_Candida_albicans_due_to_glucose_lactose_protein_soy_and_iron_induction

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu