Kasus Langka Idopatik Kalsinosis Skrotum

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Healthline

Kalsinosis kutis adalah suatu kelainan deposit kalsium didalam lapisan dermis. Idiopatik Kalsinosis Skrotum (IKS) merupakan suatu tumor jinak yang sangat jarang terjadi, ditandai dengan adanya beberapa nodul yang tidak bergejala pada lapisan kulit skrotum tanpa adanya kelainan metabolisme kalsium atau fosfor. Insidensi pasti dari penyakit ini belum diketahui dengan pasti. Penyakit ini bersifat jinak namun ternyata berdampak besar bagi kualitas hidup penderitanya. IKS pertama kali didefinisikan oleh Lewinski pada tahun 1883. Penyebab terjadinya penyakit ini belum diketahui dengan pasti, mekanisme yang mendasari masih menjadi kontroversi hingga saat ini. 

IKS sering muncul pada dekade ketiga dan keempat kehidupan. Kondisi tersebut dapat berkembang selama beberapa tahun sebelum pasien berkonsulatasi ke dokter dikarenakan pada area “intim” tubuh dan tidak bergejala. Menifestasi klinis yang timbul sangat khas berupa nodul putih sekeras batu pada kulit skrotum. Pada sebagian besar tidak kasus menimbulkan gejala, pasien sering mencari pengobatan karena alasan kosmetik hingga timbul keluhan gatal dan infeksi sekunder. 

Diagnosis IKS ditegakkan dengan pemeriksaan histopatologis berupa gambaran endapan kalsium dengan ukuran yang bervariasi pada lapisan dermis yang dikelilingi oleh histiosit serta sel-sel radang raksasa. Pengobatan yang direkomendasikan yaitu bedah eksisi elips pada nodul diatas fascia otot dartos, dikarenakan nodul terletak pada lapisan dermis. 

Kasus 

Kami melaporkan pria Indonesia berusia 45 tahun, dengan nodul multipel dengan ukuran yang bervariasi. Lesi secara bertahap meningkat dalam ukuran selama 2 dekade terakhir tanpa menyebabkan gejala atau ketidaknyamanan selain alasan kosmetik. Pemeriksaan laboratorium darah lengkap menunjukkan gambaran dalam batas normal, kalsium serum dan urin serta fosfor dalam batas normal, kadar hormon paratiroid dalam batas normal, kadar vitamin D 25 (OH) dalam batas normal, dan gula darah dalam batas normal. Pemeriksaan histopatologi mengungkapkan deposisi intradermal ekstensif kalsium yang dikelilingi oleh histiosit dan tanpa struktur kistik. Bedah eksisi nodul dari kulit skrotum telah dilakukan tanpa menimbulkan komplikasi. Dan belum ada kekambuhan selama enam bulan terakhir saat follow-up.

IKS merupakan bentuk yang paling umum dari idopatik kalsinosis kutis. Sejumlah teori tentang penyebab terjadinya penyakit ini telah diajukan dan bukti yang disajikan menunjukkan bahwa penyakit ini adalah sebuah rangkaian proses yang menjadi kesatuan. Pasien lamban untuk berkonsultasi karena predileksi penyakit ini pada area “intim” tubuh. Tindakan bedah adalah pilihan terapi pada idopatik kalsinosis kutis. Pembedahan yang sederhana dan efektif telah membantu menumbuhkan kepercayaan diri pasien. Meskipun kekambuhan setelah operasi jarang terjadi, tetapi pasien perlu di lakukan follow up.

Penulis: Dwi Murtiastutik,dr.Sp.KK(K)

Informasi detail artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://www.jpad.com.pk/index.php/jpad/article/view/1363

Idiopathic scrotal calcinosis: Rare case 

Putri Intan Primasari, Septiana Widyantari, Dwi Murtiatutik

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu