Dosen Psikologi UNAIR Luncurkan Aplikasi Belajar Komunikasi untuk Anak Penyandang Autisme

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Margaretha, S.Psi., P.G.Dip.Psych., M.Sc., (dua dari kiri) beserta anggota Tim Pengembang MIKA. (Foto: Pradnya Wicaksana)

UNAIR NEWS – Penyandang ASD (Autism Spectrum Disorder) di Indonesia telah mencapai jumlah 2,4 juta pada akhir tahun 2018, dengan pertambahan penyandang baru sekitar 500/tahun. Walaupun demikian, terapi autisme yang terstandarisasi di Indonesia masih belum juga ada.

Dilatarbelakangi kegelisahan fakta tersebut sebagai terapis, Margaretha, S.Psi., P.G.Dip.Psych., M.Sc., berhasil membuat suatu aplikasi yang membantu anak-anak penyandang autisme untuk belajar berkomunikasi, yaitu MIKA 1.0 (Media Visual Komunikasi Anak). MIKA 1.0 merupakan terapi komunikasi autisme pertama di Indonesia yang terstandarisasi.

“Kami Tim Pengembang MIKA telah berproses dalam membuat aplikasi tersebut selama 2 tahun dan kami merasa bahwa sekarang merupakan waktu yang tepat untuk launching MIKA 1.0, walaupun masih belum sempurna. Tapi seiring waktu, kami akan terus meng-upgrade MIKA dengan versi yang lebih baru,” ujar Margaretha pada acara launching MIKA 1.0

Konsep MIKA dibentuk seperti “belajar sambil bermain” dengan dibaginya menjadi 4 level. Level pertama adalah menghafalkan 100 kata. Setelah itu, dilanjut ke level 2 yaitu membangun kalimat sederhana. Level 3 mengajari untuk membangun kalimat yang lebih kompleks dan diakhiri dengan level 4, level yang paling sulit, yaitu membangun dialog. Semua itu dibantu dengan bantuan visual dan audio yang dapat mempermudah anak penyandang autisme dalam membangun komunikasi.

Saat ditemui oleh UNAIR NEWS, Margaretha berharap bahwa MIKA akan tersedia gratis untuk Indonesia dengan syarat bahwa mereka harus mau bekerja sama dalam mengembangkan MIKA agar terus lebih baik. Ia menyatakan bahwa terapis maupun orang tua yang ingin menggunakan MIKA harus paham metode TEACCH (Treatment and Education of Autistic and Related Communication Handicapped Children) dasar agar terapi yang ditawarkan MIKA berhasil.

“Pelatihan TEACCH telah ada di tempat-tempat seperti Forum Peduli Autisme dan SLB. Bagi orang yang ingin memiliki aplikasi MIKA 1.0 dapat diberikan pada akhir sesi pelatihan, namun harus setidaknya memiliki tablet minimal ukuran 10 inci agar visual MIKA dapat terlihat dengan jelas. MIKA juga tersedia di berbagai Pusat Layanan Autis,” tutup Ketua Tim Pengembang MIKA.

Perlu diketahui, acara launching MIKA 1.0 digelar di R. 301, Gedung Kahuripan, Lantai 3 – Kantor Manajemen UNAIR, Kampus C, pada Kamis (4/1/2020).

Penulis: Pradnya Wicaksana

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu