Tekun Mengikuti Kegiatan Akademik dan Non Akademik, Puput Ade Wahyuningtyas Jadi Wisudawan Terbaik S2 Fakultas Kedokteran Hewan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Feri Fenoria Rifa'i

UNAIR NEWS – Puput Ade Wahyuningtyas, mahasiswa S2 Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) patut berbangga hati. Pasalnya, ia berhasil merampungkan studinya dalam kurun waktu 14 bulan dengan predikat cumlaude. Tak ayal, prestasi tersebut membawa Puput menjadi wisudawan terbaik periode Desember 2019 dengan IPK 3,93.

Pencapaian tersebut merupakan buah kerja kerasnya selama ini. Mulai dari aktif melakukan penelitian, begadang mengerjakan tugas, menjalankan bisnis yang dirintisnya, hingga pulang pergi ke luar negeri untuk mengikuti kegiatan-kegiatan internasional.

“Saya selalu meningkatkan diri saya untuk menggali potensi diri dengan banyak mengikuti kegiatan akademis dan non akademis. Dan semua itu harus berjalan seimbang,” tutur mahasiswa asal Gresik itu.

Tesisnya yang berjudul “Hepatoprotektif Pasta Tomat terhadap Ekspresi IL-2, Aktivasi Sel Kupffer dan Tingkat Nekrosis Hepar Mencit (Mus musculus) yang Dipapar Boraks” mampu ia selesaikan dengan baik dan dipublikasikan di Thai Journal of Veterinary Medicine.

“Saya sangat tertarik meneliti ini sejak S1 karena ingin mengetahui seberapa besar dampak dari paparan boraks dan potensi pasta tomat dalam pencegahan kerusakan organ yang ada di dalam tubuh. Lalu penelitian ini saya perdalam pada jenjang S2 untuk mengetahui respon imun di dalam tubuh,” terangnya.

Puput mengaku menemukan passion-nya di bidang riset. Sejak masuk bangku perkuliahan, ia telah menekuni bidang riset dengan aktif mengikuti penelitian bersama dosen. Tak tanggung-tanggung, hasil penelitiannya telah dipublikasi di luar negeri seperti Malaysia dan Thailand.

Tak hanya aktif meneliti, Puput juga aktif mengikuti seminar dan menjadi delegasi di berbagai negara seperti Bangkok, Singapore, Malaysia, dan Jepang.

Ditanya soal kunci kesuksesan, Puput menyebut keluarga berperan besar dalam hidupnya. “Saya memiliki sosok idependent women, yaitu ibu yang luar biasa. Beliau adalah Ibu Tasmi, S.Pd yang selalu mendukung dan menjadi tempat curhat setiap saat. Selain itu, ada ayah Sakrim (Alm) yang membuat saya lebih terpacu untuk belajar lebih keras. Juga kakak saya, Ardianto Ade Purnama dan keluarga besar yang menjadi support system dalam membantu setiap saat ketika saya butuh,” ungkapnya.

Bagi Puput, kasih sayang dan perjuangan keluarga adalah pelatuk yang memicunya untuk segera menyelesaikan pendidikan dengan baik dan membuat mereka bangga.

“Saya punya envision goal yang kuat untuk membahagiakan orang tua,” pungkasnya.

Penulis: Lailatul Fitriani

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu