Aktif Berorganisasi hingga Penelitian, Haris Gajang Baskoro Jadi Wisudawan Terbaik Fakultas Perikanan dan Kelautan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Feri Fenoria Rifa'i

UNAIR NEWS – Aktif dalam berorganisasi tidak membuat Haris Gajang Baskoro melupakan kewajiban akademiknya. Hal itu terbukti dengan diraihnya predikat sebagai wisudawan terbaik pada wisuda Universitas Airlangga (UNAIR) periode Desember 2019. Selama masa kuliah, mahasiswa prodi Aquakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) itu mengemban amanah  sebagai ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Badminton FPK, kepala bidang 1 PKKMB, dan kepala Departemen Dalam Negeri BEM FPK UNAIR periode 2018-2019. Selain itu, dia juga menjadi tutor perancangan percobaan statistik sampai rancangan penelitian di FPK.

“Itulah yang menjadi tantangan saya selama kuliah. Saya harus menyesuaikan jadwal kegiatan antara organisasi, belajar, olahraga, dan sosial. Semua itu harus dilakukan secara balance,jelasnya.

Mahasiswa yang lahir di Sibolga, 30 April 1997 itu mengambil topik tentang microorganism, bioteknologi, dan probiotik pada udang dalam skripsinya. Haris, sapaan akrabnya menjelaskan  bahwa pemilihan topik itu dilandaskan pada ketertarikannya untuk melakukan budidaya dalam jumlah besar tanpa memengaruhi daya dukung lingkungan. Dengan judul skripsi “Periode Pemberian Probiotik (Bacillus Subtilis, Bacillus Mycoides, dan Pseudomonas Diminuta) terhadap Total Bakteri, Total Vibrio pada Saluran Pencernaan Udang dan Survival Rate pada Pemeliharaan Udang di Terpal”, Haris berhasil meraih IPK 3.53.

“Puncak perjuangan saya adalah saat mengerjakan skripsi, dimana saya harus menyelesaikan proposal penelitian dibarengi social project penelitian bersama dosen. Tiada hari tanpa rasa lelah rasanya, tapi saya terus berusaha melakukanya dengan ikhlas untuk mendapatkan hasil yang terbaik,” terangnya.

Lebih lanjut, mahasiswa yang berasal dari Tapanuli Tengah, Sumatera Utara itu menceritakan bahwa minatnya terhadap topik skripsi yang diangkat kebetulan sama dengan salah satu dosennya. Sehingga penelitian Haris pun dibiayai dan ikut dilibatkan dalam penelitian social project bersama di Desa Manyar, Kabupaten Gresik. Penelitian itu membahas tentang aplikasi probiotik di desa minim suplai air yang disolasi dari tambak udang intensif.

Haris menuturkan bahwa masa perkuliahan selama empat tahun di UNAIR sangatlah mengesankan. “Nalar dan logika yang berada di titik klimaks, membentuk dirinya menjadi manusia yang beradap,” tuturnya.

Terakhir, Haris mengaku saat ini dirinya sedang sibuk mengurus tahap seleksi untuk melamar di perusahaan impiannya, yaitu “Japfa Comfeed Group”.

Penulis: Nikmatus Sholikhah

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu