Korelasi antara Kecepatan Gelombang Pulsasi Lengan-Kaki (Brachial-Ankle Pulse Wave Velocity) dan Indeks Massa Ventrikel Kiri (LV Mass Index) pada Penderita Hipertensi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: Intisari Online

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang utama karena risiko terjadinya komplikasi kardiovaskuler dan gagal ginjal. Komplikasi utama pada jantung berupa Hipertrofi Ventrikel Kiri (LVH) yang secara akurat diukur dengan Indeks Mass Ventrikel Kiri (LVMI = Left Ventricular Mass Index). LVMI ini merupakan predictor terjadi komplikasi kardiovaskuler dan kematian.. Berdasarkan penelitian Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, prevalensi Hipertensi di Indonesia sebesar 34 %, sama dengan prevalensi di Negara maju seperti AS dan Australia.

Untuk mengukur LVMI diperlukan alat ekhokardiografi yang lebih sensitive dan akurat dibandingkan elektrokardiografi. Tetapi pemeriksaan ini memerlukan alat Ekhokardiogtrafi yang mahal dan memerlukan keahlian khusus yang biasanya dikerjakan oleh dokter spesialis jantung. Akhir-akhir ini banyak dilakukan penelitian mengenai kekakuan arteri yang sering dihubungkan dengan Hipertensi Sistolik dan dihubungkan pula dengan meningkatnya morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler.

Tekanan nadi (pulse pressure) dan kecepatan gelombamg nadi (Pulse Wave Velocity) menggambaran kekakuan arteri (arterial stiffness)  Kekakuan arteri (arterial stiffness) meningkat dengan umur dan penyakit tertentu seperti hipertensi, diabetes mellitus dan hiperkholesterolemia. PWV ternyata juga berhubungan dengan meningkatnya risiko morbniditas dan mortalitas kardiovaskuler.

Kekakuan arteri ini dapat dilakukan dengan mengukur Brachial-Ankle Pulse Wave Velocity (Kecepatan Gelombang Nadi Lengan-Kaki).

Dari penelitian pada penderita dengan hipertensi didapatkan korelasi yang bermakna antara LVMI dengan umur dan tekanan darah sistolik.  Terdapat pula korelasi yang bermakna antara BA-PWV dengan LVMI. BAPWV dapat dipakai untuk deteksi kerusakan organ sasaran pada penderita yang asimpomatik (tanpa keluhan) sesuai anjuran Europewan Society of Cardiology. (*)

Penulis: Budi Susetio Pikir

Informasi detail dari tulisan ilmiah ini dapat dilihat pada tulisan kami di,

http://jgpt.co.in/index.php/jgpt/article/view/2308

http://jgpt.co.in/index.php/jgpt/article/view/2308/1638

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu