Inovasi Pendayagunaan Wakaf dengan Model Istibdal Antarkan Mahasiswa Ekonomi Islam Raih Juara 3 Lomba Debat Week of Sharia Economics Exhibition (WeSHARE)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
EVI Aninatin Ni’matul C (kanan), Raisya Nada Salsabila (tengah), dan Annisa Rahma Febriyanti (kiri) raih Juara 3 dalam Lomba Debat Week of Sharia Economics Exhibition (WeSHARE) yang diselanggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada Rabu (04/12/2019). (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Tiga mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam angkatan 2016 raih Juara 3 dalam Lomba Debat Week of Sharia Economics Exhibition (WeSHARE) yang diselanggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada Rabu (04/12/2019). Evi Aninatin Ni’matul C, Raisya Nada Salsabila, dan Annisa Rahma Febriyanti mengikuti perlombaan debat tersebut dengan mengirimkan esai berjudul “Inovasi Pendayagunaan Wakaf melalui Model Istibdal untuk Membuat Halal Center”.

“Seleksi awalnya memang harus mengirimkan karya tulis berupa esai, untuk tema besar acaranya membahas tentang Halal Industri jadi kami berpikir untuk mengangkat inovasi pendayagunaan wakaf melalui model Istibdal untuk membuat halal center,” ujar Evi sapaan akrabnya.

Evi mengatakan lomba debat kali ini merupakan pengalaman pertama yang penuh dengan pembelajaran karena biasanya mereka mengikuti lomba karya tulis. Setelah dinyatakan lolos ke babak perempat final mereka berdiskusi terkait tema dan sahring dengan beberapa orang yang dirasa kompeten dalam isu yang akan diangkat dalam mosi debat.

“Kami membagi materi-materi yang harus dipelajari agar tidak teralu berat dalam belajar, selain itu kami juga banyak membahas isu-isu terkait dengan tema. Intinya persiapan kami lebih banyak case building dengan tim,” tambah Mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2016 tersebut.

Babak semi final menjadi salah satu pengalam yang paling berkesan dalam perlombaan ini menurut Evi, karena dewan juri memberikan apresiasi dengan mengatakan timnya excellent dari speaker 1 sampai 3 semuanya bagus.

“Alhamdulillah walau pun akhirnya kami dinyatakan gugur dalam babak semi final namun kami masih harus bertarung untuk merebut juara 3, dan ya akhirnya menang,” tambahnya.

Walaupun sempat mengalami berbagai kendala salah satunya kesulitan untuk menyatukan pemikiran tiga orang dalam satu tim saat case building merka membuat kesepakatan untuk tetap stay calm dan saling mengingtakan.

“Kami sangat bersukur dapat memenangkan perlombaan debat pertama kami, karena dalam lamba kali ini memang pure pembelajaran. Semoga kedepan kami bisa terus berprestasi untuk membanggakan orang tua dan almamater,” pungkasnya.

Penulis: Rissa Ayu F

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu