Gejala Taeniasis di Surabaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Halodoc

Surabaya bukanlah daerah endemis taeniasis, sehingga bila ada gejala gastrointestinal akibat taeniasis seringkali terabaikan. Setidaknya bila diketahui terdapat peningkatan jumlah eosinophil dari pemeriksaan darahnya, maka patut dicurigai infestasi parasit sebagai penyebabnya, dan perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan spesimen tinja untuk menentukan parasit penyebabnya.

Pada artikel ini, saya laporkan suatu kasus, dimana seorang penderita wanita yang pada awalnya mengeluh takut hamil dengan alasan badannya merasa tidak fit dan lemah, dan bila hamil takut akan terjadi kelainan pada bayi yang akan dilahirkan. Pada kondisi ini, sulit untuk menentukan apa yang terjadi pada penderita wanita ini, namun dengan anamnesa yang cermat, dan dari hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan anemia dengan kadar hemoglobin 9,5 g/dl [batas normal 11,7 – 15,5 g/dl], dan peningkatan jumlah eosinophil sebesar 12% [ batas normal 2 – 4% ]. Dari hasil konfirmasi pemeriksaan tinja diketahui sebagai penyebab utamanya adalah infestasi cacing usus Taenia saginata.

Meskipun taeniasis di Surabaya tidak Demic, tetapi jika ada gejala gastrointestinal tom dan hasil tes laboratorium menunjukkan Kehadiran eosinofilik, perlu untuk mencurigai infeksi parasit usus, sehingga, untuk memeriksa spesimen tinja pasien. Insiden dalam kasus ini hanya kecelakaan, jadi kesadaran perlu diambil untuk makan sehat makanan.

Penulis: R.Heru Prasetyo

Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga

Link terkait tulisan di atas: Iranian Journal of Parasitology Vol. 14, No .4, Oct-Dec 2019, pp 664 – 667 Link : [http://ijpa.tums.ac.ir/index.php/ijpa/article/view/2464]

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu