Efektifitas Kombinasi Kalsium Hidroksida Propolis Sebagai Kandidat Bahan Pulpcapping Terhadap Proliferasi Odontoblast-Like Cell

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilusutrasi oleh Chillizet.pl

Karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi yang mempunyai prevalensi tertinggi. Karies gigi dapat menyebabkan perforasi pulpa dan apabila tidak dilakukan perawatan akan menyebabkan kematian jaringan pulpa. Prinsip dasar dari perawatan gigi adalah untuk menjaga kesehatan dan fungsi dari kompleks dentin pulpa. Salah satu perawatan dalam bidang kedokteran gigi bertujuan untuk mempertahankan gigi selama mungkin. salah satu cara dengan menjaga atau mempertahankan kesehatan jaringan pulpa yang artinya mempertahankan vitalitas pulpa  sehingga tidak perlu dilakukan perawatan saluran akar dan pencabutan gigi. Salah satu perawatan untuk mempertahankan agar pulpa gigi tetap vital dan sehat dengan perawatan pulpcapping.

Pulpcapping adalah meletakkan bahan kedokteran gigi selapis tipis dipermukaan dentin yang bertujuan untk mempertahankan vitalitas pulpa gigi. Bahan yang selama ini digunakan dan merupakan gold standard adalah kalsium hidroksida. Bahan tersebut mempunyai kekurangan mudah larut dan menyebabkan kematian permukaan sel. Oleh karena itu diperlukan suatu bahan yang dapat memperbaiki kekurangan tersebut, dipilih bahan alam Propolis.

Propolis adalah zat yang mengandung resin yang dihasilkan dari tanaman oleh lebah madu dari spesies apis mellifera. Yang mengandung lebih dari 200 zat, diantaranya adalah  asam fenolik, flavonoid, Ester, Aldehida aromatik, alkohol, asam amino, asam lemak, vitamin dan mineral. Salah satu komposisi propolis tertinggi adalah CAPE yang mempunya fungsi sebagai anti inflamasi, dengan merangsang pelepasan transforming growth factor -β1 (TGF-β1), yang dapat menghambat peradangan pulpa dan mempercepat sintesis kolagen tipe 1.

Banyak manfaat dari propolis yang mendasari untuk mengintegrasikan pengobatan alami dengan obat kimia dengan menggabungkan kalsium hidroksida dengan propolis sebagai bahan pulpcapping, dengan harapan bahwa superioritas masing-masing bahan dapat mencakup kekurangan bahan lainnya. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Ca(OH)2-propolis sebagai alternatif kandidat bahan pulpcapping tidak toksik mampu merangsang proliferasi sel fibroblast. Jaringan pulpa juga memiliki kemampuan untuk memperbaiki seperti jaringan ikat lainnya.

Karakteristik penyembuhan jaringan pulpa yang mengalami inflamasi seperti reorganisasi jaringan lunak yang rusak, diferensiasi subodontoblast menjadi  odontoblast like cell dan pembentukan dentin reparatif. Jaringan pulpa yang rusak menyebabkan proses inflamasi, fibroblas bermigrasi segera ke daerah jejas, proliferasi, berdeferensiasi menjadi odontoblast like cell dan menghasilkan matriks kolagen yang kemudian menjadi jaringan keras yang melindungi jaringan pulpa dari iritasi.

Hal ini akan merangsang terbentuknya dentin bridge sehingga akan menutup daerah perforasi pulpa. Dengan demikian jaringan pulpa dilindungi dari rangsangan mekanis maupun mikroba sehingga pulpa gigi menjadi sehat kembali . Dalam kajian ini ada perbedaan peningkatan yang signifikan dari odontoblast like cells setelah aplikasi kalsium hidroksida dan propolis, karena propolis memiliki sifat antibakteri, anti-inflamasi, antioksidan, dan aktivitas imunomodulator sehingga dapat mencegah infeksi dan meningkatkan regenerasi sel. Ekstrak propolis juga dikenal dapat merangsang TGF-β1, sehingga dapat merangsang proliferasi fibroblast.

Penggunaan Kalsium hidroksida menunjukkan viabilitas sel kurang baik dibandingkan propolis. Kalsium hidroksida mempunyai toksisitas  10 kali lebih tinggi dari propolis dalam sel kultur pulpa gigi. Pada studi ini, kombinasi kalsium hidroksida dan propolis dapat menyebabkan  proliferasi odontoblas like cells yang lebih tinggi daripada kelompok kalsium hidroksida dan Aquades. Hal ini dapat disebabkan oleh sifat propolis. Yang  memiliki banyak keuntungan, salah satunya adalah aktivitas imunomodulator sehingga proses penyembuhan yang dimulai dengan pembentukan serat kolagen dapat lebih mudah terjadi.

Salah satu komponen aktif dari propolis adalah flavonoid dan asam caffeic. Fungsi mereka adalah untuk menghambat jalur lipoxygenase asam arakidonat sehingga respon inflamasi dapat dihambat. Sedangkan proliferasi odontoblas like cells yang terjadi pada hari ke-3 tidak sebanyak pada hari 7. Fenomena ini disebabkan oleh peradangan akut yang terjadi pada hari 0 sampai hari 3. Setelah hari ke-3, proliferasi odontoblast like cells dimulai dan mencapai puncaknya pada hari ke 7. Hal ini karena pada hari ke-7 ada transisi dari peradangan akut untuk peradangan kronis dalam pulpa yang melibatkan odontoblas like cells. Peradangan kronis secara histologis ditandai dengan bentuk jaringan granulasi yang terdiri dari infiltrasi sel inflamasi kronis, proliferasi arteri kapiler, dan proliferasi fibroblas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinatisi dari kalsium hidroksida propolis sebagai alternatif  kandidat bahan pulpcapping  dapat meningkatkan proliferasi sel odontoblast like cells di jaringan pulpa.

Penulis: Dr. Ira Widjiastuti., drg., MKes., Sp. KG(K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Ira Widjiastuti. Sri Kunarti,  Fauziah Diajeng Retnaningsih , Evri Kusumah Ningtyas, Debby Fauziah Suryani, Andrie Handy Kusuma. 2019. Proliferation of Odontoblast like Cell After Application of Calcium Hydroxide and Propolis Combination. Dental Jounal (Majalah kedokteran Gigi)Vol 52 . No. 4.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu