Lepas 2060 Mahasiswa KKN, Prof Nyoman: Mahasiswa Harus Jago Berkolaborasi Bersama Masyarakat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
I Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si saat menyampaikan sambutannya dalam acara pelepasan KKN pada Sabtu (28/12) di Airlangga Convention Center Kampus C. (Foto: Aditya Gita R)

UNAIR NEWS – Sejumlah 2060 mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) SKIM ke-61 Universitas Airlangga resmi dilepas oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si pada Sabtu (28/12) di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C UNAIR. KKN merupakan salah satu bentuk implementasi dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi program meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian.

KKN bertajuk Membangun Negeri dengan Karya itu akan menyebar mahasiswanya ke beberapa daerah antara lain, Tuban, Lamongan, Jember, banyuwangi, Gresik, dan Bandung. Untuk yang di Bandung, program KKN-nya adalah Citarum Harum. Yakni, bekerja sama dengan Kodam (Komando Daerah Militer) 39.

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNAIR Budiarto, drh., MP mengatakan bahwa ada tujuh skema KKN yang akan diberangkatkan. Meliputi, KKN-BBM (Belajar Bersama Masyarakat) Tematik,  KKN Back to Village, KKN IPE (Interprofessional Education), KKN Luar Negeri, KKN Citarum, KKN Geliat dan KKN Kolaborasi PTN se-Jatim.

Dengan adanya KKN itu diharapkan mahasiswa dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada di lingkungan bersama masyarakat. Kini saatnya mahasiswa untuk berkolaborasi bersama membangun daerah. Nantinya KKN ini akan ditarik kembali pada tanggal 23 Januari 2020.

“KKN ini akan di tarik dipulangkan pada 23 Januari 2020. Saya berharap semuanya akan kembali dalam keadaan utuh, sehat dan tidak kurang suatu apapun,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si menyampaikan bahwa KKN merupakan ajang mahasiswa untuk terjun belajar tentang semua hal yang ada di lingkungan masyarakat. Sebab, kegiatan itu merupakan bentuk tanggung jawab sosial UNAIR dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi. Mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan bersama persoalan-persoalan daerah dengan menerapkan ilmu yang telah dipelajarai di perguruan tinggi.

“Kegiatan ini sangat inovatif karena idenya sangat luar biasa. Inilah yang disebut dengan komperhensif University. Bersama-sama melaksanakan tugas untuk belajar dan implementasikan ilmu di masyarakat. Saling melindungi satu sama lain,” ucapnya.

 Prof Nyoman percaya bahwa mahasiswa UNAIR bisa mengatasi masalah yang ada di masyarakat dengan baik. Diharpakn mahasiswa tidak hanya jago kampus namun juga jago kampus bersama masyarakat. Menurutnya, mahasiswa dibangun untuk memecahkan problem solving dan hal itu butuh kolaborasi bersama dengan masyarakat.

“Kami percaya kalian akan bisa mengatasi itu. Kalian punya tugas untuk belajar dan menjaga nama baik almamater. Ini adalah bentuk pengabdian untuk masyarakat Jawa Timur secara khusus dan untuk Indonesia pada umumnya,” tutupnya.

Penulis: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu