Waspadai Gingivitis Pada Ibu Hamil, Pakar UNAIR: Risiko Bayi Prematur Hingga Menurunnya Kualitas Hidup Ibu

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWSGingivitis atau radang gusi adalah penyakit yang disebabkan oleh iritasi bakteri dalam plak dan kalkulus. Gejala tersebut bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil. Pada ibu hamil, gingivitis bermula dari peningkatan progesterone dalam tubuh hingga sepuluh kali lipat jika dibandingkan dengan kondisi normal. Hal semacam ini mengakibatkan pertumbuhan bakteri pathogen yang mengarah ke radang gusi/gingivitis.

Ada sejumlah faktor yang mampu memengaruhi keretanan ibu hamil terhadap gingivitis. Yakni, usia kehamilan, status gizi, serta adanya penyakit sistemik, seperti diabetes mellitus. Apabila tidak ditangani dengan baik, bahkan berlanjut ke tahap kronis, maka dapat menimbulkan risiko terjadinya kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah (BBLR), menyebabkan rasa nyeri atau tidak nyaman, sampai gangguan psikologis pada ibu.

Hal inilah yang melatarbelakangi Dr. Taufan Bramantoro, drg., M.Kes untuk menganalisa kembali korelasi tingkat keparahan gingivitis saat kehamilan dengan kualtas hidup pada ibu hamil.

“Dari penelitian lanjutan bersama ketiga rekan saya, ditemukan hasil yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara tingkat keparahan gingivitis saat kehamilan dan kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan mulut ibu hamil. Terutama pada dimensi keterbatasan fungsional, fisik, psikologis, dan sosial. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan korelasi yang signifikan dengan kualitas hidup ibu hamil,” jelas drg. Taufan.

Dia melanjutkan, apabila korelasi yang didapatkan bernilai negatif, maka akan semakin tinggi pula tingkat keparahan gingivitis. Jika sudah begitu, kualitas ibu hamil penderita gingivitis dapat dipastikan ikut menurun.

Oleh karena itu, gingivitis harus segera ditangani melalui berbagai program yang bersifat promotif maupun preventif. Tujuannya agar masyarakat dapat menjaga kebiasaan atau perilaku baik dalam menjaga kesehatan mulut.

“Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir gingivitis pada masyarakat, khususnya ibu hamil. Di antaranya adalah pendekatan melalui kader-kader posyandu atau bidan yang merupakan tenaga medis yang memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan mengenai kesehatan gigi dan mulut kepada ibu hamil,” pesan drg Taufan. (*)

Penulis : Nabila Amelia

Editor    : Khefti Al Mawalia

Informasi detail dapat dilihat di:

https://www.researchgate.net/publication/335236451_Could_the_Severity_of_Infected_Gingiva_in_Pregnant_Woman_Affect_the_Quality_of_Life

R. Darmawan Setijanto, Novia Setyowati, Taufan Bramantoro, Achmad Aghasy. 2019. Could the Severity of Infected Gingiva in Pregnant Woman Affect the Quality of Life?. Indian Journal of Public Health Research and Development 10(7):862.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu