Sistem Traceability Antarkan Mahasiswa Ekonomi Islam Raih Juara 2 ISEO di Universitas Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PENYERAHAN Juara dari panitia Indonesia Sharia Economic Outlook (ISEO) kepada Achmad Shofy Mubarak (kiri), Sherly Tri Rachmawati (tengah), Indra Maulana Risqi (kanan) pada Senin (2/12/2019) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Sherly Tri Rachmawati, Achmad Shofy Mubarak, Indra Maulana Risqi mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2017 memenangkan Juara 2 Indonesia Sharia Economic Outlook (ISEO). Lomba itu diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

“Lomba ini merupakan pengalaman yang sangat berkesan bagi kami, sedangkan untuk aku pribadi nggak menyangka soalnya ini pertama kali aku ikut lomba alhamdulillah bisa dapat juara 2,” tutur Sherly Tri Rachmawati salah satu anggota tim.

ISEO yang dilaksanakan pada Senin (2/12/2019) mengangkat tema “Penguatan Halal Supply Chain di Industri Halal melalui UMKM dan Ekonomi Digital” merupakan ajang perlombaan bergengsi bagi mahasiswa ekonomi islam. Pada awal mengikuti perlombaan ini tiga mahasiswa tersebut tidak pernah menyangka dapat menjadi salah satu pemenang.

“Awalnya aku dan tim cukup merasa insecure karena ngeliat lawan-lawanya cukup berat, tapi kami percaya usaha dan doa tidak akan menghianati,” tambah Sherly.

Mahasiwa Ekonomi Islam tersebut mengangkat karya tulis dengan judul “Implementadi Sistem Traceability pada UMKM sebagai Penggerak Utama Halal Supply Chain di Indonesia” sebagai bentuk mendukung masyarakat Indonesia untuk menjadi produsen produk halal.

“Kami ingin masyarakat Indonesia tidak hanya sebagai konsumen produk halal namun juga bisa menjadi produsen, hal tersebut dapat diwujudkan dengan menggunakan wadah UMKM. Selain itu juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru hingga sumber daya manusia dapat terserap secara maksimal,” ujarnya.

Sherly mengatakan UMKM dapat dikembangkan untuk memproduksi produk halal, melihat dari pangsa pasar produk halal di Indonesia sangat luas karena mayoritas penduduk bergama Islam. Istilah halal pun kini tak hanya dimaknai sempit tidak hanya dari bahan baku yang digunakan melainkan juag dinilai dari modal awal yang digunakan UMKM.

“Modal yang digunakan UMKM itu juga harus diperhatikan, terdapat riba atau tidak, tempat yang digunakan untuk produksi harus layak sesuai dengan syariah, pendistribusian produk pun turut dinilai agar tidak tercampur dengan bahan yang haram, maka dari itu diperlukan sistem traceability (telusur),” tambahnya.

Sistem traceability (telusur) ini dapat digunakan konsumen untuk bisa mendapatkan infirmasi yang transparan terkait kehalalan produk dari suatu UMKM.

Penulis: Rissa Ayu F

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu