Pakar Ungkap Kombinasi Probiotik dan Tanaman Kelor Kaya Manfaat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS- Kata probiotik tentu sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Bakteris usus yang juga dikenal dengan sebutan “bakteri baik” itu ternyata memiliki banyak peran dan khasiat dalam dunia kesehatan. Tak ayal, popularitasnya tak hanya meningkat di kalangan masyarakat, namun juga di kalangan akademisi dan praktisi.

Bakteri ini menjalani co-evulsion simbiotik bersama dengan inangnya. Bakteri ini memberi banyak keuntungan untuk inangnya karena fungsinya yang juga beragam. Beberapa keuntungan yang dihasilkan diantaranya adalah menghasilkan berbagai nutrisi, mencegah infeksi oleh pathogen usus, dan memodulasi sistem imun.

“Modifikasi mikrobiota usus diperlukan untuk mencapai, memulihkan, dan mempertahankan keseimbangan dalam ekosistem,” buka  Dr. Isnaeni, MS., Apt., peneliti sekaligus salah satu dosen Universitas Airlangga.

Dr Isnaeni mengungkapkan bahwa selain dibutuhkan untuk mempertahankan ekosistem, modifikasi mikrobiota usus juga berperan untuk menjaga aktivitas mikroorganisme yang ada di saluran pencernaan. Kondisi tersebut dapat turut meningkatkan kondisi kesehatan inang.

“Pengenalan probiotik, prebiotik, atau simbiotik dalam makanan manusia dapat menguntungkan mikrobiota usus. Asupan mikroba ini bisa diperoleh dari sayuran, buah mentah, dan produk fermentasi, seperti yogurt dan kefir,” jelas Isnaeni.

Pada penelitian ini, dilakukan uji coba kombinasi dari probiotik Lactobacillus plantarum ATCC 8014 dan kombinasinya dengan ekstrak air daun kelor (Moringa eleifera) sebagai anti bakteri penyebab infeksi rongga mulut Streptococcus mutans. Tanaman kelor sendiri sudah lama dikenal sebagai “pohon ajaib” karena sifat multiaktifnya. Ekstrak air daun kelor telah dilaporkan sebagai senyawa saponin, tannin, flavonoid dan menunjukkan aktivitas antibakteri berspektrum luas. Ekstrak etanolnya juga menunjukkan hambatan pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

“Ekstrak ini mengandung senyawa flavonol dan quercetin yang terbukti sebagai antibakteri. Kombinasi ekstrak daun kelor dengan susu probiotik diharapkan menghasilkan aktivitas sinergis khususnya dalam menghambat pertumbuhan mikroba patogen,” sebut Dr Isnaeni.

Aktivitas hambatan pertumbuhan susu fermentasi Lactobacillus plantarum ATCC 8014 dan kombinasinya dengan ekstrak air daun kelor terhadap Streptococcus mutans ini telah diobservasi. Sediaan yang dihasilkan berpotensi dikembangkan sebagai makanan sehat karena nilai gizi serta fungsinya yang bermanfaat bagi kesehatan. Uji daya hambat terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans galur lokal dilakukan dengan metode difusi pada media nutrient agar

“Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh perbandingan optimal kombinasi 2:8 dengan harga KHM (Konsentrasi Hambat Minimum-red) sebesar 45%,” ungkap dosen dari Fakultas Farmasi ini.

“Dengan jumlah yang lebih kecil dibandingkan bila dikonsumsi dalam bentuk tunggal, maka akan diperoleh multi khasiat yang lebih menguntungkan bagi kesehatan. Tentu masih diperlukan kajian lanjut untuk uji efektivitas, toksisitas dan keamanan sebelum dikonsumsi,” lanjutnya.

Prospektif probiotik baik dalam bentuk kultur tunggal maupun multi kultur, juga baik digunakan sendiri maupun kombinasi, masih memerlukan perhatian lebih. Probiotik dan kombinasinya dengan bahan herbal sebagai suplemen makanan atau pendamping terapi memiliki peluang yang sangat baik untuk digunakan di masa depan. Hal ini tak lain karena manfaatnya yang sangat beragam dan aktivitasnya yang kompleks.

 “Di Jepang sudah beredar sediaan probiotik mengandung 17 spesies dengan multifungsinya. Kita tentu juga memiliki peluang untuk mengembangkannya di negeri yang kaya akan potensi alam sebagai sumber probiotik,” pungkas Isnaeni.(*)

Penulis : Sukma Cindra Pratiwi

Editor : Khefti Al Mawalia

Link artikel :

http://jrespharm.com/uploads/pdf/pdf_MPJ_718.pdf

Isnaeni, Agustin Maulidina, Idha Kusumawati, Erni Maduratna Setyawatie. 2019. Inhibitory activity of Lactobacillus plantarum ATCC 8014 fermented milk combined with aqueous extract of Moringa oleifera leaves against Streptococcus mutans. J. Research in Pharmacy/ Marmara 23(4): 701-710.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu